4 Desa Di Kota Batu Menyusul Menjadi Desa Mandiri

  • Whatsapp
Penandatanganan Berita Acara IDM turut dilakukan dengan meningkatnya status desa mandiri.
banner 468x60

Kota Batu, inspirator.co.id – Sembilan belas (19) desa yang ada di Kota Batu telah resmi menyandang predikat sebagai desa mandiri. Hal ini ditengarai karena ada empat desa yakni, Desa Torongrejo, Desa Beji, Desa Pendem, dan Desa Tlekung yang berubah status sebagai desa mandiri.

Dijelaskan Camat Junrejo, Dian Saraswati, bahwa menyusulnya empat desa tersebut melengkapi 19 desa yang ada di Kota Batu, yang sebelumnya hanya ada 15 desa dengan status mandiri. Ia menyebut, 4 desa yang tergolong tertinggal sudah berubah status. Hal itu, juga dikarenakan digebernya pembangunan infrastruktur di Kota Batu.

Muat Lebih

Hingga akhirnya membuahkan seluruh desa yang ada di kota wisata ini menyandang status desa mandiri. Hal ini dibuktikan dengan bertambahnya empat desa yang terdapat di Kecamatan Junrejo berganti status menjadi mandiri sejak Jumat lalu (16/4/2021). Alhamdulillah sejak nilai Indeks Desa Membangun (IDM) naik diatas 0,8 maka bisa menjadi desa mandiri,” terang Camat Junrejo Dian Saraswati, Selasa (20/4/2021).

Camat Junrejo saat menyerahkan berita acara peningkatan status.

Peningkatan IDM tersebut, lanjut Dian, dikarenakan meningkatnya beberapa fasilitas di Kota Batu dengan banyaknya pembangunan infrastruktur yang digalakkan.  Ia mencontohkan dari segi kesehatan seluruh masyarakat Kota Batu telah terjamin. Hal itu karena adanya bidan desa dan posyandu yang mudah diakses oleh tiap-tiap desa, serta biaya yang ditanggung oleh Dana Desa (DD), Alokasi Dana Desa (ADD), maupun Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

“Selain itu peningkatan keanggotaan BPJS yang juga terus naik secara signifikan. Dan ketika masyarakat tak mampu membayar maka telah dicover oleh Dana Bagi Hasil Cukai dan Tembakau (DBHCT) meskipun harus turun kelas menjadi kelas 3,” ujarnya.

Dian Saraswati menambahkan, dengan adanya peningkatan status ini, maka tiap-tiap desa bisa mempercepat penyerapan anggaran DD dan ADD yakni, menjadi dua termin dengan prosentase 60 persen termin pertama dan 40 persen termin kedua. Sebelumnya, terdapat tiga termin yaitu dengan prosentase 40 persen termin pertama, 40 persen termin kedua, dan 20 persen termin ketiga.

“Adanya percepatan penyerapan anggaran DD dan ADD juga bisa menggali potensi desa yang belum sempat tersentuh. Pendampingan tentunya juga menjadi lebih intens dari Kemendes yang telah menunjuk pendamping desa baik dari tingkat kota maupun tingkat desa,” tandasnya.

Dikesempatan yang sama, Pendamping Desa Tingkat Kota En Has Meditiawan menegaskan bahwa,  terjadi peningkatan skor IDM di Desa Torongrejo yakni dengan skor 0,81, sedangkan untuk Desa Beji kini memiliki skor 0,86, dan Desa Pendem memiliki skor 0,82, sedangkan untuk Desa Tlekung memiliki skor 0,83.

“IDM ini terbagi menjadi tiga sub indikator yakni Indeks Lingkungan (IKL), Indeks Sosial (IKS), dan IKE (Indeks Ekonomi). Torongrejo sendiri naik dari sisi IKL seperti adanya fasilitas kesehatan yang memang mudah dijangkau oleh masyarakat. Untuk Desa Pendem meningkat secara signifikan dari sisi IKE yakni adanya pasar yang berkembang, lalu jasa ekspedisi yang mulai menjamah kawasan tersebut,” terang Tiawan.

Sementara untuk Desa Beji juga meningkat dari sisi IKS yakni kawasan yang memiliki persiapan mitigasi bencana. Sedangkan untuk perkembangan di Desa Tlekung naik dari sisi IKS yakni penambahan anggota BPJS secara signifikan serta kegiatan kesenian yang mulai banyak dilakukan. (bs)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *