Anggota Komisi B DPRD Kota Batu Temui Persoalan Perumdam Among Tirto Saat Tinjau Lapangan

  • Whatsapp
Anggota Komisi B DPRD Kota Batu saat tinjau sumber Banyuning, Jumat (10/9/21).

Kota Batu, inspirator.co.id- Anggota Komisi B DPRD Kota Batu melakukan sidak ke lokasi aset milik Perumdam Among Tirto Kota Batu dan menemui banyak persoalan yang dialami. Sehingga beberapa kendala untuk memaksimalkan pelayanan terhadap pelanggan maupun pengembangan usaha akhirnya terkupas.

Ketua Komisi B Hari Danah Wahyono mengungkapkan tinjauannya, sewaktu berada di lokasi sumber mata air Banyuning dikedapti ada pipa yang putus akibat didemo masyarakat waktu dulu. Menurutnya, pipa yang terputus tersebut seharusnya bisa dimanfaatkan dengan baik. Seiring hal itu, pihaknya akan memanggil kepala desa setempat dan tokoh masyarakat untuk duduk bersama.

Muat Lebih

“Bagaimana untuk memanfaatkan pipa yang terputus tadi, kalau tidak boleh alasannya apa, kalau boleh apa kompensansi pemerintah terhadap masyarakat banyuning apa? Kita akan mencari solusi yang terbaik untuk di manfaatkan,” jelas Hari Danah Wahyono pada inspirator.co.id, Jumat (10/9).

Selanjutnya ia juga mengatakan, saat berada di tandon Gemulo dijumpai tidak ada akses jalan yang baik. Apalagi kondisi tandon tersebut, kondisinya kosong tidak bisa dimanfaatkan. Sedangkan posisi tandon Gemulo berada dilahan aset milik Pemkot Batu. Ia juga mengutarakan, komunikasi terkait tandon itu akan lebih mudah sebab milik pemerintah.

“Jadi kita akan mudah untuk berkomunikasi kepada pihak aset bagaimana kita bisa memanfaatkan,  bahwa untuk pelayanan PDAM (Among Tirto) bisa maksimal kepada masyarakat. Jadi kita harus memanfaatkan tandon yang kosong agar bisa memaksimalkan potensi untuk pelayanan kedepan, jadi kita juga tidak memikirkan pelayanan yang sekarang tetapi pelayanan kedepan,” tuturnya.

Lokasi tandon air di jalan Sultan Agung yang tertutup bangunan kios

Sementara saat melakukan tinjauan tandon yang berada di jalan Sultan Agung, rombongan komisi B tampak tidak bisa masuk ke lokasi karena tidak ada akses masuk. Apalagi didepan tandon tertutup beberapa kios yang tidak diketahui keabsahannya. Seiring hal ini, ia bakal berkoordinasi lebih lanjut untuk memanfaatkan tandon dan solusi akses masuknya.

“Tadi di jalan Sultan Agung ada tandon yang tidak punya akses. Dulu memang milik Kabupaten Malang yang telah diserahkan untuk Kota Batu. Ini harusnya ada akses, padahal itu juga asetnya pemerintah juga,” ungkap Hari Danah Wahyono penuh heran.

Menyikapi tandon di jalan Sultan Agung, ia mengatakan, bahwa Anggota Komisi B akan memberi berita acara untuk ketua DPRD Kota Batu dan mengajukan solusi untuk memanfaatkan tandon yang ada dijalan Sultan Agung tersebut. Diakhir kunjungan, anggota Komisi B pun turut meninjau lokasi yang direncanakan akan dibangun tandon air.

“Kalau disini akses baru, juga sudah banyak perumahan di daerah Tlekung maupun Oro Oro Ombo. Kalau ini sudah terbeli kita akan bangun tandon agar bisa meningkatkan pelayanan untuk itu semua,” tutup ketua Komisi B. (im/ac)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *