Bantah Tak Mau Evakuasi, Warga Giripurno Positif Covid Berangkat Dengan Semangat

  • Whatsapp
Patuh : Proses evakuasi warga Desa Giripurno berjalan aman dan lancar, Selasa (2/6/2020).
banner 468x60

Kota Batu, inspirator.co.id – Sempat beredar kabar 13 warga Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, yang dinyatakan positif terkena virus Covid-19 enggan dievakuasi untuk dirawat, telah dibantah dengan tegas oleh Kepala Desa Giripurno, Suntoro. Warga yang telah dievakuasi diantaranya, usia termuda 9 tahun, dan lansia yang tertua 82 tahun.

Disebutkan oleh Suntoro bahwa, sebelumnya warga yang dinyatakan positif covid-19 tersebut hanya meminta surat keterangan resmi dari Dinas Kesehatan Kota Batu bahwa memang benar-benar positif. Sementara, kegelisahan terjadi karena 13 warganya hanya mendapat edaran melalui pesan whatsapp dan lisan saja.

Muat Lebih

“Dari Dusun Sawahan ada sebelas orang, dusun Krajan satu orang, Dusun Kedung satu orang, alhamdulilah kalau dari luaran sana adanya pemberitaan penolakan dari warga itu tidak ada. Ternyata dan terbukti semua sudah berangkat semua. Bahkan, tadi pagi sudah dikasih surat keterangan sekaligus pemberitahuan memperlakukan bapak ibu yang berangkat tadi, nanti disana itu bagaimana. Nah ini sudah disampaikan, alhamdulilah sudah dipahami sama pasien,” beber, Suntoro, Selasa (2/6/2020).

Suntoro juga menyampaikan, dirinya juga terjun langsung memberikan semangat kepada warganya agar di tempat isolasi tidak memikirkan keluarga yang dirumah. Dan hal tersebut sudah menjadi prinsip seorang pimpinan, apabila warganya belum makan, ia pun tidak akan makan dulu.

“ Apabila warga saya belum pakai baju, maka saya tidak akan pakai baju duluan. Sama halnya dengan warga saya di Sawahan, Krajan, dan Kedung, saya melihat sampai dimana kemampuan imunnya dia itu. Saya memberi semangat supaya tidak memikirkan apa-apa. Tujuannya, adalah untuk  keselamatan dan berobat,” ujar Suntoro mencontohkan.

Ia juga meluruskan dan berharap kepada semua masyarakat Kota Batu, Khususnya yang ada di wilayah Kecamatan Bumiaji agar mau menerima warganya. Sebab, warga Desa Giripurno tidak semuanya terkena reaktif, maupun positif covid-19, dan masyarakat pun masih beraktifitas seperti biasanya.  Hal inipun disampaikan Suntoro, juga sebagai himbauan terkait ada warganya yang ditolak kerja disalah satu tempat.

“ Kalau mengacu pada termogun, harapan saya, sebelum 38 keatas orang itu kan masih boleh kerja, orang itu kan masih sehat. Ini tadi saya sudah koordinasi, dan saya mohon agar orang yang 37,1 itu masih diterima dan diperbolehkan bekerja, tetap menggunakan protokol kesehatan,” harap Suntoro yang tidak menghendaki adanya diskriminasi terkait Desa Giripurno.

Sementara itu, dr. Yuni Astuti sekretaris Dinkes Kota Batu juga membantah adanya kendala dalam evakuasi dari warga Desa Giripurno. Ia juga  menyebutkan bahwa, evakuasi tersebut dipindah ke Hotel Mutiara Baru Jl. Panglima Sudirman dari rencana awal di Wisma Nala.

“Kami juga sudah memiliki surat resmi serta hasil PCR (Polymerase Chain Reaction) yang siap dipaparkan bahwa 13 warga Giripurno positif mengidap virus covid-19,” terangnya.

Selain itu, Ia beberkan bahwa warga yang telah dipindah di Hotel Mutiara Baru tersebut, nantinya akan mendapatkan pengamanan ketat dari TNI dan Polri serta tim medis.

“Kami akan pantau hingga ada hasil swab yang menyatakan negatif dan jika ada yang kesehatannya menurun dan terindikasi perlu perawatan rumah sakit maka, akan dirawat di Rumah Sakit Hasta Brata Kota Batu,” pungkasnya. (t31m)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *