Bantu Warga Terdampak Pandemi, Kades Dan Perangkat Se Kota Batu Patungan Dana Bansos

  • Whatsapp
Kepala Desa dan Perangkat Se Kota Batu salurkan bantuan dari penyisihan gaji pokok, Rabu (15/9/21).

Kota Batu, inspirator.co.id – Aksi kepedulian telah diwujudkan ditingkat Pemerintahan desa yang ada di Kota Batu. Inspirasi kebaikan dimasa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ini, terbukti bisa menyatukan kepala desa se Kota Batu, sekretaris desa maupun perangkat desa untuk menyisihkan gajinya untuk berbagi pada masyarakat yang terdampak pandemi covid-19.

ketua Asosiasi Kepala Desa dan Kelurahan (APEL) kota Batu Wiweko mengungkapkan, aksi ini didasari atas bentuk kepedulian bersama, sehingga disepakati bersama untuk masing-masing kepala desa bisa menyisihkan minimal 50 persen dari gajinya. Sedangkan untuk sekretaris desa sebesar Rp 500 ribu, dan untuk perangkat sebesar Rp 400 ribu.

Muat Lebih

“Anggaran bansos untuk 700 masyarakat Kota Batu ini diambilkan dari 50 persen gaji pokok setiap kepala desa dan lurah pada bulan September. Ditambah iuran dari perangkat desa yang sebelumnya juga dilakukan kesepakatan. Intinya pengumpulan dana ini sifatnya sukarela,” terang Wiweko, Rabu (15/9).

Bisa diketahui, dana yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp 203 juta, dan masing- masing desa diberi kuota 34 orang penerima bantuan. Sedangkan masing- masing penerima diberi uang tunai senilai Rp 150 ribu. Dikatakan Wiweko, untuk kriteria penerima bansos adalah warga yang belum tersentuh bansos dari Pemkot Batu maupun desa. Selain itu juga menyasar pekerja tambal ban, pedagang sayur dan lainnya.

Sementara itu, disinggung tentang capaian penyaluran bantuan yang dilakukan Pemerintah Kota Batu? Wiweko menegaskan bahwa, bantuan yang disalurkan Pemkot Batu sudah baik dibandingkan dengan daerah – daerah lain.

“Sebenarnya di Kota Batu tak kekurangan dalam masalah bantuan dibanding daerah lain. Meski begitu kami tetap memiliki keinginan untuk berbagi kepada masyarakatnya. Gaji kami kan berasal dari masyarakat. Sehingga sedikit banyak harus dirasakan oleh masyarakat juga,” tandas Wiweko yang juga menjabat Kades Oro-oro Ombo.

Penyaluran bantuan dilakukan dalam dua tahap yang diawali dari wilayah Kecamatan Junrejo dan Kecamatan Batu, kemudian di Kecamatan Bumiaji.

Ditambahkan oleh wakil ketua APEL Kota Batu, Andi Faisal Hasan yakni, kegiatan penyaluran bantuan sosial itu merupakan inisiatif bersama kepala desa dan perangkatnya yang sekaligus sebagai bentuk kepedulian. Sedangkan untuk nominal penerima, ia berharap tidak ada penilaian dari besar kecilnya bantuan.

“Jangan dilihat dari jumlahnya, yang terpenting adalah manfaatnya. Karena ini merupakan wujud kepedulian  kepala desa dan perangkatnya kepada masyarakat. Semoga bisa diterima dengan iklas dan menjadi berkah,” kata Faisal yang juga menjadi Kepala Desa Junrejo.

Salah seorang penerima bantuan asal Desa Tlekung, Kasiadi Warsito mengatakan rasa syukurnya karena  bisa memperoleh bantuan tersebut. Ia mengungkapkan, bantuan tersebut nantinya akan dimanfaatkan sebagai tambahan modal usaha.

“Saya berencana bantuan ini akan saya buat tambahan modal. Karena selama pandemi penjualan bakso saya menurun drastis,” pungkas Kasiadi (im)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *