Belanja Tidak Tetap Pemkot Batu Diusulkan Menjadi 10.8 Miliar, Legislatif Berikan Sinyal Positif

  • Whatsapp
Kepala BKD (Badan Keuangan Daerah) Kota Batu M. Chori mengatakan akan ada kenaikan usulan.

Kota Batu, inspirator.co.id – Usulkan kenaikan BTT (Belanja Tidak Tetap) Pemerintah Kota Batu, sebesar dua kali lipat di tahun 2021. Hal ini di lakukan karena Pemerintah kota Batu melihat dari bencana yang terjadi pada tahun 2020, hingga sekarang.

Kepala BKD (Badan Keuangan Daerah) Kota Batu M. Chori mengatakan, anggaran awalnya sebesar 5 miliar di tahun ini, nantinya pihaknya akan usulkan menjadi sebesar 10,8 miliar di tahun depan. Untuk kenaikan dua kali lipat ini juga berdasarkan perhitungan dari satu persen dana APBD tahun 2021 yang mencapai 1 trliun.

Muat Lebih

“peningkatan anggaran BTT itu dimaksudkan untuk persiapan akan potensi terjadinya KLB (Kondisi Luar Batas) sehingga kami bisa lebih bersiaga dan tidak kelimpungan ketika menghadapi kondisi yang hampir sama pada awal masa pandemi lalu,” terangnya, Selasa, (1/12)

Untuk usulan BTT 10,8 miliar ini pihaknya akan membahasnya lebih lanjut dan masih menunggu persetujuan dari pihak eksekutif dan legislatif.

“Kami berharap kenaikan BTT dapat memperoleh persetujuan, ini mengingat Kota Batu juga merupakan kawasan rawan bencana longsor yang tidak pernah absen di perhitungan kebencanaan di setiap tahunnya,” jelasnya.

Sementara terkait usulan kenaikan BTT tersebut juga mendapatkan respon positif dari Ketua DPRD Kota Batu, Asmadi. Disebutkan Asmadi bahwa pihaknya akan menyetujui usulan kenaikan BTT tersebut. Pertimbangan dari pihak legislatif adalah masa pandemi covid-19 masih belum diketahui titik ujungnya.

“Kami menekankan bahwa dengan adanya kenaikan BTT nanti bisa menekan potensi yang tidak diinginkan akibat dari bencana alam maupun non alam serta menjaga kondusifitas Kota Batu,” ujarnya.

Selain itu, Asmadi juga mengungkapkan bahwa pihaknya juga mengetahui kalau sekitar seperempat lahan yang ada di Kota Batu juga memiliki potensi kerawanan terhadap bencana, khususnya terhadap bencana longsor.

“Kami juga mengetahui ada seperempat lahan di Kota Batu yang berpotensi mengalami bencana longsor akibat badai La Nina. Saat ini juga sudah masuk musim penghujan,” jelas Asmadi. (Ba)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *