Bencana Banjir Getarkan Hati Sopir Untuk Kepedulian Sesama

  • Whatsapp
Para Sopir yang tergabung dalam Malbar turut membantu pasca bencana banjir bandang di Kota Batu.

Kota Batu, inspirator.co.id – Dampak bencana banjir bandang yang melanda wilayah Kota Batu memang memiliki dampak luar biasa. Dari kerugian materiil hingga adanya korban jiwa dinilai juga menimbulkan trauma psikis, terutama bagi korban, dan warga sekitar. Diungkapkan oleh ketua Malbar (Malang Barat), Agus Setiono, bahwa pihaknya berharap pihak pemangku kepentingan bisa mengevaluasi atau mengkaji peristiwa banjir bandang pada, Kamis (4/11/21) lalu.

Ketua paguyuban sopir ini menyebutkan, yang perlu diperhatikan kita semua terkait banjir bandang yang telah terjadi tersebut, yaitu perlu adanya tindakan nyata dari pemerintah maupun pemangku kepentingan lainnya, agar peristiwa tersebut tidak terulang kembali. Selain itu, pemulihan harus secepatnya dilakukan.

Muat Lebih

“Kami berharap kedepannya ada antisipasi yang nyata. Mengingat banjir bandang ini bukan tanpa sebab. Lha penyebabnya ini yang harus dicermati bersama. Satu hal yang patut diperhatikan, sebelumnya sungai dilokasi tersebut, bukan sungai dengan arus yang deras. Apabila ada pengundulan hutan, ini yang harus dicegah dengan benar,” kata pria yang akrab disapa Agus JB ini, Selasa (9/11/21).

Sementara aksi paguyupan sopir Malbar pasca banjir ini, turut menarik perhatian masyarakat. Malbar yang memiliki anggota 150 sopir langsung memberikan respon untuk membantu proses evakuasi dan pembersihan matrial banjir bandang. Mereka mensiagakan 2 unit ambulance, 10 unit dump truck, 10 truck bak, 10 pick up.

“Pasca banjir kami terjunkan armada kami untuk membantu pemerintah Kota Batu. Dump truck kami bantukan untuk mengangkut matrial banjir, sedangkan truck bak dan pickup kami bantukan untuk mendistribusikan air bersih kepada warga yang terdampak. Selain itu, kami juga siagakan 2 unit ambulance yang kami miliki,” terang Agus JB.

Tengah : Agus JB gerakan anggota Malbar untuk kegiatan sosial.

Ditanya alasan yang mendasari atas bentuk kepedulian yang dilakukan. Agus JB kembali menjelaskan, bahwa anggotanya juga ada yang berasal dari Kota Batu, selain dari Kecamatan Pujon, Ngantang, dan Kasembon. Malbar sendiri dibentuk dengan tujuan utamanya sebagai wadah untuk melakukan kegiatan sosial.

“Terbentuknya Malbar memang untuk kegiatan sosial. Selain untuk merespon bencana- bencana yang terjadi, kami sebelumnya juga ada kegiatan santunan anak yatim dan janda dhuafa yang dilakukan rutin tiap tahunnya,” jelasnya.

Secara teknis dalam penangganan pasca banjir, Agus JB memberikan arahan kepada anggotanya untuk selalu berkoordinasi dengan petugas maupun relawan lainnya, agar bisa mengetahui tindakan yang harus dilakukan. Ia mengatakan, seperti sopir dump truck harus tahu, dimana lokasi pembersihan matrial banjir dan harus diangkut kemana matrial banjir tersebut.

“Karena anggota kami banyak, dan pastinya proses pembersihan tidak cukup waktu sehari, maka kami mengatur para sopir untuk bisa bergiliran melakukan kegiatan sosial ini,” tandasnya. (im)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *