Biar Tidak Ragu Jalani PTM, SMPN 2 Kota Batu Ikut Vaksin

  • Whatsapp
Salah satu pelajar SMPN 2 Kota Batu menunjukkan ketenangannya saat di vaksin, Kamis (16/9).

Kota Batu, inspirator.co.id – Kejar capaian vaksinasi demi capaian herd immunity, kini giliran pelajar SMP Negeri 2 Kota Batu turut di vaksin. Pada tahap 1 ini, ditargetkan sekitar 954 peserta didik yang mendapatkan vaksin.

Dijelaskan wakil Kepala sekolah SMPN 2, Dib Suwanto, bahwa pelaksanaan dibagi menjadi 4 sesi yaitu per 8 kelas yang di bagi setiap sesi. Selain itu, siswa siswi SMPN 2 sudah menjalani Pembelajaran Tatap Muka (PTM) selama 3 hari dengan sistem ganjil genap.

Muat Lebih

“Pihak SMPN 2 untuk kali ini membagi tugas dengan bentuk tim yakni, tim prokes, tim pengukuran suhu, tim pengaturan daftar hadir, dan tim pendataan lalu masuk ke dalam tim vaksinasi,” papar Suwanto, Kamis (16/9).

Seiring hal itu, ia menjabarkan adanya peserta didik yang sudah melakukan vaksin diluar sekolah. Dilihat dari sesi 1, pihak sekolah mengundang kurang lebih 250, sedangkan dari nomor antrian yang di keluarkan hanya mencapai 150. Selanjutnya, akan dibagi menjadi 3 yaitu, yang sudah vaksin diluar, belum siap divaksin dan tidak berkenan di vaksin.

“Untuk alasan yang belum siap divaksin karena tingginya tensi tubuh yang tidak memungkinkan untuk melakukan vaksinasi. Sementara yang tidak berkenan divaksinasi karena keluarga yang tidak mengizinkan untuk melakukan vaksin, dikarenakan takutnya ada dampak dari vaksinasi sehingga harus menunggu putaran vaksinasi selanjutnya,” terang dia.

Dari capaian yang dilakukan pada hari ini, Suwanto juga menegaskan kalau peserta didiknya banyak yang melakukan vaksin diluar sekolah. Ia mengatakan, hanya 1 saja yang tidak diizinkan untuk vaksin dengan alasan takut setelah di vaksin berdampak pada orangtuanya, begitu sebaliknya.

“Di sisi lain juga banyak siswa siswi yang izin untuk tidak mengikuti pembelajaran tatap muka karena vaksin di luar. Sedangkan waktu itu memang belum adanya kegiatan vaksinasi di SMPN 2 BATU. Lalu untuk siswa siswi yang sudah melakukan vaksinasi di luar, harus menunjukan kartu atau kertas vaksin ke pihak sekolah, agar siswa siswi tersebut tidak di lakukan vaksinasi tahap 1 di sekolah,” bebernya.

Dengan adanya vaksinasi ini, pihak sekolah berharap tidak ada lagi keraguan untuk melakukan kegiatan PTM, selain para guru sudah melakukan vaksin. Suwanto juga mengungkapkan, pihaknya juga melakukan pemantauan pada siswa siswi saat jam istirahat.

“Yang ditakutkan suhu tubuh anak-anak berbeda disaat pagi hari hingga siang hari. Sehingga nanti kita akan melakukan observasi lebih lanjut, bisa dengan orang tua ataupun dengan satgas, jika suhu kondisi anak tidak memungkinkan untuk melakukan pembelajaran,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka, pihak sekolah berharap pihak orang tua bisa langsung menjemput anak- anaknya ketika pulang sekolah.

“Kalau bisa 5 menit sebelum anak-anak keluar dari sekolah. Agar anak- anak ini tidak berkerumun saat pulang sekolah,” tandasnya (ac)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *