Desa Peminat Terkendala Tanah, Kelurahan Dadaprejo Jadi Pilihan Pembangunan SMP Negeri 7

  • Whatsapp
Komisi C DPRD Kota Batu bersama pihak terkait saat meninjau lokasi perencanaan, Rabu (6/10/21).

Kota Batu, inspirator.co.id –  Anggota Komisi C DPRD Kota Batu tinjau langsung lokasi yang bakal dibangun SMP Negeri 7 yang berada di Kelurahan Dadaprejo. Sebelumnya, proses penentuan lokasi pembangunan sempat menjadi rebutan beberapa desa yang ada di wilayah Kecamatan Junrejo.

Selain itu, penerapan sistem zonasi menjadi dasar alasan beberapa desa memperebutkan program pembangunan SMP Negeri 7. Alhasil, dari hasil kajian pilihan lokasi ditentukan di Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Diungkapkan Ketua Komisi C, Khamim Tohari, ditahun 2021 ini DED (Detail Engineering Design) bangunan sekolah sudah dikerjakan.

Muat Lebih

“Tahun 2022 akan mulai dilakukan pembangunan, lalu pada tahun 2023 akan dimulai penerimaan murid, meski begitu masih dibatasi dengan menerima 2 rombel. Kami tidak ingin mematikan sekolah swasta yang ada di sekitar sini,” beber Khamim, Rabu (6/10/21).

Dalam perencanaan tersebut, Khamim menyebutkan, ada Luas bangunan 5016 meter persegi. Didalamnya ada 24 bangunan diantaranya terdiri dari ruang lab, ruang sekolah, mushola, dan kantin.

“Kami rasa cukup karena sudah tersedia lapangan sepak bola di samping sekolah ini. Apalagi akses jalannya juga sama,” ujar Khamim.

Meski demikian, Khamim juga mengungkapkan adanya masukan dari pihak DPRD Kota Batu dalam perencanaan DED. Disebutnya, Setelah melihat perencanaan pihaknya meminta bangunan sekolah tersebut mundur 5 meter dari sepadan jalan.

“Kami minta bangunan ini mundur 5 meter dari sepadan jalan. Artinya agar parkir orang tua yang menjemput tidak mengganggu jalan raya. Serta tandon air juga belum ada,” tandas dia.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Eny Rachyuningsih saat dilokasi pilihan pembangunan, Rabu (6/10/21).

Dikesempatan sama, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Eny Rachyuningsih mengungkapkan bahwa, untuk pendirian sekolah SMP Negeri 7 menjadi salah satu program strategis di RPJMD Kota Batu tahun 2017-2022. Diakuinya, ada beberapa desa yang berminat, namun terkendala masalah tanah.

Untuk target lokasi memang sudah ditentukan di wilayah Kecamatan Junrejo. Namun dari desa Pendem, dan Desa Tlekung masih terkendala tanah yang merupakan tanah kas desa. Selain itu, dari aturan Permendagri tidak boleh dialih fungsikan.

“Akhirnya kami mengambil keputusan karena tanah disini sudah atasan nama pemerintah kota Batu. Sehingga tak diperlukan penyesuaian lagi sesuai regulasi yang ada. Sebelumnya studi kelayakan juga sudah dilakukan oleh Beppelitbangda dan wilayah dadaprejo ini masuk dalam 3 alternatif dalam studi kelayakan,” beber Eny.

Dari perencanaan, lanjut Eny, sudah ada sarana dan prasarana yang akan dibangun sesuai aturan dari Permendikbud. Sedangkan untuk DED nya telah disusun oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman Dan Pertanahan Kota Batu. Selanjutnya, untuk penerimaan murid akan dilakukan ditahun 2023.

“Untuk diawal kami hanya menerima siswa 2 rombel saja. Karena kami juga harus mempertimbangkan pertumbuhan sekolah swasta yang ada di sekitar sini. Meski baru dua rombel kami menyiapkan 6 kelas. Dengan harapan begitu anak kelas 7 naik ke kelas 8 tidak usah bangun lagi karena gedungnya sudah siap,” terangnya.

Sebagai informasi, nantinya SMP Negeri 7 bakal membuka penerimaan murid sebanyak dua Rombel (Rombongan Belajar), untuk satu rombelnya maksimal akan diisi 32 siswa. Sedangkan untuk tenaga pendidik akan dilakukan ketika tahap pembangunan berjalan.

“Untuk guru dan tenaga pendidik akan kami siapkan. Karena ini sekolah Negeri, maka kami akan berkonsultasi dengan Kemendikbud. Kalau sudah mulai tahap pembangunan,” pungkasnya. (im)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *