Didatangi Pemerhati Lingkungan, DLH Kota Batu Pastikan Tidak Ada Bangunan Beton

  • Whatsapp
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu, Aries Setyawan, usai pertemuan dengan pemerhati lingkungan, Senin (4/10/21).

Kota Batu, inspirator.co.id – Kelompok Pemerhati lingkungan datangi Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu mempertanyakan adanya pembangunan kolam yang berdekatan dengan sumber air Umbul Gemulo.

Dibeberkan Divisi Kampanye Nawakalam Sumber Gemulo, Pradipta Indra,  ada kekhawatiran dari masyarakat akan rusaknya sumber air. Pasalnya, air sangat penting bagi kehidupan. Apalagi, dinilai masyarakat sekitar banyak yang tidak tahu pembangunan tersebut.

Muat Lebih

“Terlebih air ini merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat banyak. Apalagi kalau sampai ada penurunan debit air,” ujar Indra setelah pertemuan dengan pihak DLH Kota Batu, Senin (4/10/2021).

Dalam pertemuan tersebut, kelompok pemerhati lingkungan juga mendesak agar DLH Kota Batu dapat menyosialisasikan program-programnya kepada masyarakat sekitar sumber air. Mereka mengingatkan agar program yang dijalankan di kawasan sumber air tidak mengubah pondasi awal keberadaan dan fungsi sumber air.

Koordinator Malang Corruption Watch, Nursasi Atha, yang juga turut dalam pertemuan meminta DLH Batu tidak menempatkan masyarakat sebagai objek program, melainkan sebagai subjek. Masyarakat, terutama yang terdampak, harus betul-betul tahu dan mengerti kondisi sumber karena merekalah yang sangat dekat.

“Skema perencanaan di wilayah konservasi, saya pikir harus menempatkan masyarakat sebagai subjek, jangan objek. Kami punya pengalaman dengan DLH Batu, informasi tentang lingkungan hidup susah. Padahal itu dokumen publik yang dapat diakses semua orang,” paparnya.

Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Batu, Aries Setiawan menjelaskan, tiga kolam tersebut merupakan kolam konservasi ikan berukuran sekitar 7×5 meter. Ia memastikan tidak akan ada bangunan permanen di kolam tersebut.

“Ada masukan untuk Umbul Gemulo karena kekhawatiran pembangunan. Kami pastikan tidak ada pembangunan beton. Kami fokus kawasan ini sebagai kawasan konservasi. Jangka pendek, rencananya menanam pohon dan menaruh ikan endemik di kolam,” ujar Aries.

Tiga kolam itu memiliki fungsi masing-masing, lanjut Aries, mulai dari tempat penampungan telur ikan hingga perawatan saat ikan berusia dewasa. Disatu sisi dirinya juga menyadari pentingnya keberadaan air dari Umbul Gemulo yang dimanfaatkan oleh masyarakat. Sehingga, keberadaannya harus dilindungi.

Aries juga mengungkapkan, sebenarnya DLH Kota Batu sudah memiliki dokumen taman konservasi di Umbul Gemulo, namun tidak dilaksanakan. Menurutnya, dari dokumen tersebut perlu direview dan disesuaikan dengan kondisi saat ini.

“Ini sesuai dengan dokumen ada perencanaan taman konservasi. Masih kami review lagi apakah perencanaan ini cocok dengan kondisi sekarang. Belum kami fokuskan dengan kegiatan fisik,” katanya.

Ia menambahkan, review yang akan dilakukan perlu masukan dari masyarakat, termasuk para pemerhati lingkungan. Tujuan dari konservasi tersebut nantinya untuk meningkatkan debit air dari Umbul Gemulo.

“Meskipun telah ada dokumen konservasi, tidak akan ada kegaitan fisik atau pembangunan permanen di kawasan sumber itu,” pungkasnya. (im)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *