Diduga Ada Politik Balas Dendam, Kades Bilangan Pecat Sembilan Perangkat Desanya

  • Whatsapp
Mengeluh : Perangkat desa Bilangan Kecamatan Batang-Batang Kabupaten Sumenep, Madura, saat menceritakan peristiwa yang dialaminya.
banner 468x60

Sumenep, inspirator.co.id – Kepala Desa Bilangan, Sahruji yang terpilih pada Pilkades serentak 2019 lalu, dalam era kepemimpinannya saat ini telah memberhentikan sembilan orang Perangkat Desa Bilangan, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep.

Sembilan orang yang telah diputus masa baktinya, diantaranya Mustofa Kamil ( Kaur Keuangan), Niwadin (Kaur Program), Sunara ( Kaur Umum), Gunawan (Kaur Kesra), Mukimma (Kasi Pembangunan), Murahwi ( Kasi Pemerintahan), Sattam (Kadus Dhaja Lorong), Masnoyo ( Kadus Ares Tengah ), dan Mashoda (Kadus Karang Rokem).

Muat Lebih

Dibeberkan oleh Sattam, mantan Kadus Dhaja Lorong bahwa, dirinya menerima surat  pemberhentian pada tanggal 14 April 2020. Hal itu membuat dirinya terkejut, dan dinilainya tindakan Kades Sahruji sebagai tindakan semena mena. Menyikapi hal tersebut, Sattam bergegas untuk ke Kantor Camat Batang Batang, Ir. Joko Suwarno, MM. Alhasil, saat menemui Camat dirinya malah diminta balik untuk menanyakan langsung ke Kepala Desa Bilangan, Sahruji.

“Setelah saya konfirmasi pada pak camat, dengan santainya dia menjawab, tanyakan langsung ke kepala desa. Saya tidak tahu kenapa dipecat. Alasan tidak jelas, sepertinya ada udang dibalik itu, antara pak camat dan kades,” keluh Sattam pada inspirator.co.id.

Lanjut dia, sejak dirinya menerima surat pemberhentian tersebut, ia bersama perangkat lainnya belum mengetahui secara pasti alasan pemecatan itu.

“ Dan ini bukan kerajaan. Tapi ada yang lucu mas, mana bisa tahu tentang kinerja perangkatnya, karena mulai dari pelantikan sumpah jabatan sebagai kepala desa ,ia tidak pernah masuk kantor.  Bahkan, dengan santai memberlakukan absensi layaknya ASN, namun ia nya sendiri tidak pernah masuk kantor. Kan aneh mas, dan salam surat tersebut juga tidak dijelaskan alasan apa saya diberhentikan. Ungkapnya.

Pria yang sudah lebih dari sepuluh tahun menjabat Kepala dusun (kadus) lorong dhaja di Kantor Desa Bilangan itu menambahkan, ia bersama 9 perangkat desa Bilangan mengaku keberatan.

“Dimana pemberhentian kami tidak sesuai dengan permandagri UU NO.83 tahun 2015 dan bagaimanapun juga permasalahan ini akan kami lakukan secara hukum dan perundangan-undangan yang berlaku,” tambahnya. (Read-One)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *