Ditreskrimsus Polda Jateng Berhasil Ungkap 3 Kasus Besar Di Bulan Ramadhan

  • Whatsapp
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi saat press release ungkap tiga kasus besar.
banner 468x60

Semarang, inspirator.co.id – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng ungkap 3 kasus besar selam bulan Ramadhan diantaranya, ungkap kasus peredaran Rapid Antigen berbagai merk yang belum memiliki ijin edar, ungkap kasus penyalahgunaan gas LPG bersubsidi, dan ungkap kasus peredaran gula putih oplosan. Ungkap kasus tersebut dilaksanakan di Loby Ditreskrimsus Polda Jateng, pada Rabu (05/05/2021).

Ungkap kasus tersebut dihadiri oleh Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, Wakapolda Jateng Brigjen Pol Abiyoso Seno Aji dan Dirreskrimsus Polda Jateng Kombes Pol Johanson Ronald. Pada kasus pertama, petugas Ditreskrimsus Polda Jateng berhasil amankan seorang karyawan PT. SSP berinisial SPM (34) dengan barang bukti ratusan box Rapid Antigen berbagai merek yang diduga tidak memiliki ijin edar.

Muat Lebih

Dari pengakuan pelaku, dalam 1 minggu pelaku dapat menjual 300 s/d 400 boks x 100.000,- = Rp 40.000.000,- (empat puluh juta rupiah) atau Rp 160.000.000,- (seratus enam puluh juta rupiah) setiap bulan dan jika ditotal selama 5 bulan jadi sebesar Rp 800.000.000,- (delapan ratus juta rupiah) pendapatan bersih. Untuk pendapatan kotor selama 5 (lima bulan) sebanyak Rp 2.800.000.000,- (dua milyar delapan ratus juta ribu rupiah).

“Dengan area pemasaran khususnya diwilayah hukum Jawa Tengah. Sudah kita amankan 450 pack di TKP wilayah Genuk Semarang, jangan sampai dalam situasi covid-19 ini ada pihak-pihak yang mencari keuntungan,” jelas Luthfi.

Kapolda Jawa Tengah saat menunjukan barang bukti tindak kejahatan.

Kasus Kedua petugas Ditreskrimsus Polda Jateng berhasil meringkus NK (38) sang pemilik usaha  yang diduga telah mengalihkan / menyuntik gas LPG dari tabung gas LPG ukuran 3 kg bersubsidi ke tabung gas LPG 12 kg non subsidi menggunakan sambungan pipa kompresor dan es batu.

“Total tersangka berjumlah 7 orang yaitu SY (55), P (59), BW (32) W (47), J (40), ES (34) dan AS (38). Ini sudah berlangsung selama 4-8 bulan dengan TKP di Kudus, Surakarta, Klaten, dan Grobogan semuanya kita lakukan penegakan hukum,” terang Kapolda.

Ditambahkan Dirkrimsus, tersangka menggunakan modus operandi yakni dengan memindahkan gas LPG 3 Kg ke tabung gas LPG 12 Kg, kemudian di jual kembali dengan harga normal rata rata Rp 150.000. selanjutnya, pada kasus Ketiga petugas Ditreskrimsus Polda Jateng berhasil menganamnkan HTS (39) atas kasus pengoplosan / pencampuran Gula Kristal Rafinasi merek PT. Andalan Furnindo dan Gula Kristal Putih merek Radja Gula.

“Persentase bahan yang dicampur 50 % Gula Kristal Rafinasi dan 50 % Gula Kristal Putih. Hasil pencampuran gula tersebut dikemas kembali menjadi Gula Kristal Putih Merek Radja Gula dan Matahari Merah Selanjutnya Gula hasil pencampuran tersebut dipasarkan dibeberapa wilayah Jawa Tengah,” ungkap Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi.

Kapolda juga menjelaskan, tersangka mendapat Keuntungan Rp. 300 Per/Kg. untuk keuntungan setiap kegiatan pencampuran sekitar Rp. 6.000.000. (Enam Juta Rupiah). Sementara kejadian tersebut sudah berlangsung sekitar 1 tahun lamanya. Setiap bulan tersangka melakukan pengoplosan sekitar 4 hingga 6 kali tiap bulannya.

“Tersangka kita amankan di TKP Ajibarang Banyumas, dalam satu bulan itu tersangka mengoplos 4  kali dengan 1 kali oplos bisa mencapai 20 ton. Pengungkapan ini sebagai perlindungan konsumen dan merk di wilayah Jawa Tengah, agar masyarakat tidak dimanfaatkan untuk mencari keuntungan oleh para pelaku kejahatan,” tutup Luthfi. (van)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *