DLH Kota Batu Bisa Menekan Produksi Sampah, Anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo Tertarik Menimba Ilmu

  • Whatsapp
Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Sidoarjo saat berkunjung ke Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu.
banner 468x60

Kota Batu, inspirator.co.id – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu, Aries Setiawan memaparkan capaian hasil pengelolaan sampah di Kota Batu kepada 15 anggota Komisi C DPRD Kabupaten Sidoarjo, Kamis (29/4/21). Pemaparan yang disertai tanya jawab itu, diketahui dalam rangka kunjungan kerja yang dilakukan wakil rakyat dari Kabupaten Sidoarjo tersebut.

Sementara, alasan 15 anggota Komisi C DPRD Kabupaten Sidoarjo itu memilih untuk menimba ilmu ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, dikarenakan Kota Batu memiliki bank sampah yang sudah beroperasi. Hal inipun menarik perhatian mereka untuk datang.

Muat Lebih

“Acuan mereka, Kota Batu sering didatangi wisatawan dari penjuru daerah dan memiliki volume sampah yang cukup banyak tapi bisa terkelola dengan baik. Hal itulah yang menarik mereka kesini, intinya yang ingin diketahui anggota DPRD dari Sidoarjo bagaimana memaksimalkan bank sampah,” beber Aries.

Kepala DLH yang pernah menjabat sebagai Camat Batu ini juga mengungkapkan, bahwa produksi sampah di Kabupaten Sidoarjo mencapai 2100 ton perharinya. Pada kesempatan inipun, ia memaparkan bagaimana pengelolaan sampah mulai hulu hingga hilir di Kota Batu. Aries juga menyampaikan capaian hasil yang didapat DLH Kota Batu yang mampu menekan produksi sampah.

“Beberapa capaian lain DLH yakni bisa menekan produksi sampah yang biasanya berkisar 90 ton menjadi 83 ton sehari atau berkurang 7 ton. Hal inipun juga berkat adanya bank sampah di Kota Batu yang berada di 178 titik,” jelas dia.

Selain itu, lanjut Aries, DLH bisa terbantu dengan adanya komunitas yang membuat eco enzim dari sampah serta memaksimalkan TPS Reduce, Reuse, Recycle (TPS-3R) yang ada 18 titik di desa/kelurahan. Meski demikian, ia juga mengatakan saat ini masih ada beberapa titik yang belum ada TPS-3R.

“Diantaranya di Desa Sidomulyo, Desa Mojorejo, Desa Junrejo, Kelurahan Songgokerto, dan Kelurahan Ngaglik. Namun kami menargetkan tiap desa/kelurahan bakal memilikinya tahun 2021. Target kami tahun ini setiap desa/kelurahan sudah memilikinya. Anggaran yang disiapkan sekitar Rp 180 juta per unit,” pungkasnya. (bs)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *