DPRD Meminta Ada Jadwal Terpadu Pembangunan Pasar Besar Kota Batu, Didik : Apa Sih Yang Dirahasiakan

  • Whatsapp
Anggota Komisi C Didik Machmud turut angkat bicara soal rencana pembangunan Pasar Besar, Kamis (14/10/21).

Kota Batu, inspirator.co.id – Merespon persoalan terkait rencana pembangunan Pasar Besar Kota Batu Anggota Komisi C DPRD Kota Batu, Didik Machmud, menilai pihak dinas harus lebih transparan. Selain itu, disebutnya belum adanya jadwal terpadu dari Pemerintah Kota (Pemkot) Batu terkait pembangunan Pasar Besar Kota Batu.

Hal itu, juga dikeluhkan oleh DPRD Kota Batu. Padahal dengan adanya jadwal terpadu diharapkan bisa menjadi panduan para pedagang agar mereka bisa mempersiapkan diri sebaik mungkin. diungkapkan Didik, sejauh ini belum ada jadwal yang disusun dengan pasti. Contohnya, jadwal pemindahan pedagang, jadwal pembongkaran, terlebih jadwal pasti pelaksanaan pembangunan.

Muat Lebih

“Jadwal terpadu harus segera, agar bisa jadi panduan pedagang. Misalnya ketika ada pembongkaran, disesuaikan dengan kapan waktu relokasi. Ini harus terkoordinir, Pemkot kan juga punya tim percepatan pembangunan yang diketuai oleh Sekda,” ungkap politisi Partai Golkar ini, Kamis (14/10/2021).

Bila sudah terjadwal Didik menyarankan agar dicetak dalam banner dan dipasang di pasar atau tempat relokasi. Contohnya jadwal mulai kapan pembongkaran, kapan pedagang relokasi, bagaimana prosesnya, pembangunannya mulai kapan, dan sebagainya. Tujuannya supaya publik mengetahui secara pasti.

“Saya khawatir bila tidak terjadwal bakal menjadi konflik sosial. Pandangan kami proses perpindahan pedagang tidak cukup hanya sehari, proses pembagian kiosnya bagaimana, lalu apakah bedak yang dibangun sudah bisa untuk menampung semua pedagang pasar,” bebernya.

Ia berpesan, pemerintah dalam hal ini Bagian Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) selaku yang membidangi pembongkaran bangunan lama, Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskoumdag) terkait relokasi, dan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kota Batu bisa lebih transparan dan terbuka terhadap informasi semua tahapan proses pembangunan pasar.

“Bila banyak hal yang tidak transparan malah menjadi pertanyaan para pedagang maupun anggota dewan sendiri. Satu contohnya adalah tidak ada informasi pasti bentuk DED pasar. Jangan sampai pemerintah memiliki pandangan kalau pedagang pasar terlalu masuk ke teknis. Pedagang ini yang akan menempati, kalau yang akan menempati tidak tahu kan lucu,” ujarnya.

Didik pun meminta, dinas terkait untuk lebih bisa transparan dan perlu menjalin komunikasi yang baik dengan semua lapisan pedagang. Jangan sampai terjadi unsur suka atau tidak suka.

“Apa sih yang dirahasiakan? Kalau dibiarkan seperti ini, maka menimbulkan persepsi yang tidak karuan,” pungkasnya. (im) 

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *