Gandeng DPKP Kota Batu, LPP Kelas IIA Malang Lakukan Pelatihan Pencegahan Kebakaran

  • Whatsapp
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Malang (LPP Malang), Tri Anna Aryati, saat praktek memakai APAR, Kamis (23/9).

Kota Batu, inspirator.co.id – Peristiwa kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang yang memakan puluhan korban pada Rabu (8/9/2021) lalu, membuat langkah antisipasi yang dilakukan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Malang Jl. Kebonsari, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Dijelaskan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Malang (LPP Malang), Tri Anna Aryati, bahwa pihaknya telah melakukan kegiatan pelatihan dan pencegahan terjadinya kebakaran dengan mengandeng Dinas Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP)Kota Batu.

Muat Lebih

“Kita tidak ingin dan kita harus bisa mengantisipasi kejadian jangan sampai memakan korban banyak. Oleh sebab itu kami meminta pakarnya yang memang sudah ahlinya, bagaimana cara penangganan apabila terjadi gangguan keamanan, ketertiban berupa kebakaran,” jelas Anna saat melakukan simulasi di lokasi Rafting Kaliwatu Kota Batu, Kamis (23/9/21).

Pada kesempatan ini, Kalapas Kota Malang melibatkan 40 orang anggotanya untuk mengikuti pelatihan. Ia mengungkapkan, sebelumnya LPP Malang telah melakukan pelatihan kecepatan buka tutup pintu, apabila terjadi kejadian yang darurat. Di LPP malang saat ini ada 80 SDM, yang terbagi untuk petugas penjagaan sebanyak 30 orang. Sedangkan narapidana perempuan saat ini sebanyak 518 orang.

“Kita 80 SDM, tapi dengan petugas penjagaan sebanyak 30 orang yang dibagi menjadi 4 regu. Satu regu maksimal 8 orang, dengan kita harus membuka sekitar 44 kamar. Jadi bagaimana kita dapat menangganinya, efektif, efisien, dan dapat teratasi,” Kata Anna.

Kalapas perempuan itu juga mengakui, pelatihan tersebut baru pertama kalinya dilakukan. Selanjutnya sebagai langkah antisipasi kedepannya akan terus dilakukan pelatihan secara rutin guna pencegahan kebakaran. Selain itu, di Lapas Perempuan Kota Malang tersebut juga pernah terjadi kebakaran, namun skalanya kecil.

“Insaallah, tadi seperti yang disampaikan pak Santoso bahwa ini perlu dilakukan secara rutin, supaya kami dalam menanggani kejadian itu, kami bisa menanggani dan tidak gugup terlebih dahulu. Mungkin perlu latihan- latihan yang continue,” ujarnya.

Seiring hal itu, dibeberkan Anna bahwa untuk alat perlengkapan untuk pencegahan kebakaran serta  dinilai dari lokasi lapas, maka masih mengalami kekurangan alat. Seiring hal itu, pihaknya akan mengajukan pengadaan alat sesuai dengan luas bangunan lapas Perempuan Kelas IIA Malang kepada pusat.

“Untuk saat ini kami hanya punya fire block dan APAR (Alat Pemadam Api Ringan). Itu aja masih kurang, karena kami hanya punya sebelas dan lima fire block,” tandasnya.

Para Petugas Lapas Perempuan Kelas IIA Malang diberi pelatihan tentang pencegahan dan penangganan awal kejadian kebakaran.

Ditambahkan oleh Kepala Bidang Pencegahan Kebakaran DPKP Kota Batu, Santoso Wardoyo, bahwa pihaknya dimintai bantuan untuk memberikan pelatihan kepada 40 petugas lapas perempuan. Dan kedepan, pihaknya akan membantu membuatkan SOP pencegahan dan penangganan kebakaran.

“Alhamdulilah ini tadi berjalan lancar. Mudah- mudahan ini berkesinambungan. Nanti dikemudian hari, saya menjanjikan pada Bu Kalapas, nanti kita bantu untuk membuat SOP tentang manajemen emergencinya, manejemen kebakarannya. Karna kita tahu bahwa LP ini merupakan kawasan terbatas,” ungkap, Santoso Wardoyo.

Menurutnya, untuk penangganan dikawasan khusus tersebut juga perlu dilakukan penataan dan penangganan secara khusus pula. Sehingga akses penangganan kebakaran dan penataan alat- alat bisa tertata dengan baik.

“Mungkin secara skemanya, SOP nya, cara manajemen pencegahan kebakarannya. Karena selama ini, di LP ini belum ada. Sehingga nantinya kita bantu untuk membuat analisisnya,” tutupnya. (im)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *