Gelaran Festival Beji Kampung Tempe 2021 Mencetuskan Batik Varian Baru

  • Whatsapp
Festival Beji Kampung Tempe (FBKT) 2021 terselenggara cukup fantastis, Minggu (31/10/21).

Kota Batu, inspirator.co.id – Gelaran Festival Beji Kampung Tempe (FBKT) 2021 kali ini tak hanya memamerkan berbagai olahan tempe seperti krepek tempe, stick tempe, puding tempe, krupuk tempe, pia tempe dan olahan lainnya. Akan tetapi, pada gelaran ini tampak lebih menajubkan dengan munculnya karya seni batik motif tempe khas Desa Beji.

Menariknya, berbagai motif batik tempe tersebut turut diperagakan dengan berbagai model atau desain pakaian yang cukup terlihat indah dan menawan. Serunya lagi, peragaan busana batik tempe tersebut turut melibatkan warga Desa Beji. Diungkapkan Kepala Desa Beji, Deny Cahyono, bahwa gelaran FBKT merupakan upaya untuk mempromosikan desanya.

Muat Lebih

“Festival ini merupakan upaya kami untuk mempromosikan desa sebagai sentra produksi tempe yang ada di Kota Batu. Disini kami tampung semua ide inovasi dan kreasi warga untuk membuat olahan tempe, sehingga UMKM di Desa Beji bisa terangkat dan tumbuh dengan hasil yang baik,” jelas Deny.

Pada gelaran FBKT 2021 yang berlangsung di lapangan olaraga Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Minggu Malam (31/10/21), Deny mengaku cukup senang, dan memberi apresiasi pada semua warga maupun Karang Taruna di desanya yang sudah solid mensukseskan acara tersebut. Terlebih, karya seni batik motif tempe bisa diluncurkan di momentum yang berharga tersebut.

“Saya cukup mengapresiasi, apalagi malam ini ada inovasi baru yakni peluncuran batik tempe. Hal ini akan menjadi ikon baru di Desa Beji, yang nantinya juga bisa menambah penghasilan masyarakat, khususnya dari batik motif tempe ini,” ujar Deny.

Seiring hal itu, lanjut Deny, pihaknya akan terus memberikan dukungan agar batik tempe khas Beji bisa terkenal ditingkat lokal maupun go internasional. Ia menyebutkan, batik tempe selain dibuat pakaian sehari- hari, juga bisa dikreasikan menjadi buah tangan seperti, tas, sandal, sepatu, sarung dan lain sebagainya.

“Kedepannya kami akan membantu mempromosikan, dan berupaya mencarikan akses bagaimana caranya, hasil produksi batik tempe khas Desa Beji bisa diterima oleh masyarakat luas. Salah satunya bisa dijadikan pakaian seragam oleh ibu PKK maupun perangkat desa. Harapan saya inovasi ini bisa mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, terutama dari Pemkot Batu,” tandasnya.

Refriza Masriya Putri salah satu creator atau pencetus batik motif tempe yang ada di Desa Beji.

Sementara itu, inovator munculnya batik tempe khas Desa Beji, Refriza Masriya Putri, mengaku cukup senang dan bersyukur idenya dapat diterima di kampung halamannya sendiri. Apalagi, Pemerintah Desa Beji turut memberikan dukungan penuh, sehingga batik tempe bisa dijadikan ikon Desa Beji.

“Alhamdulilah dukungan masyarakat untuk membumikan Desa Beji sebagai sentra tempe sungguh luar biasa. Karena itulah saya tidak mengalami kesulitan dalam memberikan pelatihan dan arahan terkait produk batik tempe Beji ini,” ujarnya.

Refriza juga mengungkapkan inspirasi yang melatar belakangi tercetusnya ide untuk membuat batik motif tempe. Awalnya, ia mengamati warga Desa Beji yang banyak memiliki kreatifitas membuat olahan makanan dari bahan dasar tempe. Seiring hal itu, dirinya memikirkan untuk mencetuskan sebuah ide bagaimana caranya agar ada ikon baru yang bisa mengangkat nama Desa Beji.

“Saya memikirkan produk apa yang dimunculkan selain produk makanan, oleh karena itu kita terpikirkan untuk membuat batik. Kan sebelumnya di Kota Batu sudah ada batik motif bantengan, oleh karna itu kita cetuskan batik motif tempe khas Beji yang disertai dengan logo Beji Berkreasi,” beber Refriza.

Mahasiswa alumni Universitas Negeri Malang ini juga memiliki keingin jangka panjang dan jangka pendek untuk produk batik yang telah dicetuskan. Untuk jangka panjangnya, batik motif tempe tersebut bisa go internasional dan disukai semua kalangan, baik muda hingga orang dewasa.

“Sementara untuk jangka pendeknya agar bisa dijadikan sebagai seragam perangkat desa, Ibu PKK, Karang Taruna, dan lembaga- lembaga lainnya. Kami berharap ini bisa mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Beji,” tutup wanita berhijab ini. (im)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *