Gelora Arjuna Ditinjau Kemenpora, Kades Bumiaji Berharap Pemkot Batu Perhatian Potensi Stadion Didesa

  • Whatsapp

Kota Batu, inspirator.co.id – Dilirik Pemerintah Kota (Pemkot) Batu terkait rencana perpindahan fungsi Stadion Brantas yang menjadi tempat relokasi sementara pedagang pasar besar Kota Batu, Kepala Desa Bumiaji, Edy Suyanto tidak mau berandai- andai dulu. Pasalnya, lapangan sepak bola Gelora Arjuna Bumiaji yang sempat ditinjau tim Kemenpora, pihak desa hanya membutuhkan komitmen yang pasti.

Edy Suyanto yang akrab disapa Jabo ini mengungkapkan, bahwa pihaknya hanya ingin menjadikan sarana olaraga yang ada didesanya memiliki nilai manfaat dan kemajuan bagi Desa Bumiaji. Ia mengatakan, kalau ada pihak yang ingin mengunakan lapangan Gelora Arjuna dipersilahkan saja, asal ada komitmen yang harus dipenuhi.

Muat Lebih

“Biasanya untuk pagi hari kita sewakan Rp 450 ribu, sore hari 600 ribu, kalau malam Rp 800 ribu. Biasanya yang antri itu tiap malam minggu. Dan ternyata investasi lapangan itu bisa meningkatkan PADes (Pendapatan Asli Desa). Jadi itu ada kemandirian Bapegas selaku pengelola lapangan,” urai Jabo, Senin (20/9/21).

Sedangkan terkait rencana Pemkot Batu, lanjut Jabo, misal Gelora Arjuno dipilih jadi penganti Stadion Brantas, maka pihak desa akan menyesuaikan komitmen yang harus diterapkan. Disinggung terkait permintaan dari pihak desa andaikata dipilih jadi alternatife stadion Brantas. Jabo pun mengatakan keinginan adanya pembangunan.

“Kalau yang pertama itu pembangunan, karna untuk fasilitas official, pemain itu belum ada. Contoh urgent yaitu belum adanya kamar mandi yang memadai, terus rumput juga belum bagus. Kemudian tribun, jadi nanti saya harapkan tribun hanya ada disebelah barat,” beber Jabo.

Selain itu, terkait adanya rencana Pemkot Batu tersebut, Jabo mengakui belum ada komunikasi yang dilakukan Pihak Pemkot Batu dengan pihaknya. Bahkan, dirinya mengetahui adanya informasi tersebut dari media massa. Ia juga mengungkapkan, sebelumnya pihak desa pernah mengajukan bantuan pengadaan lampu yang memadai, dan dijanjikan melalui PAK.

“Dulu saya sering mengajukan, contohnya tentang lampu yang memadai, katanya menunggu PAK. Itu terlaksana atau tidak, yang jelas kami sudah sering mengajukan hal itu,” jelas dia.

Sebelumnya, untuk pembangunan Gelora Arjuna dibiayai dari ADD yang dilakukan secara bertahap tiap tahunnya dari angka 100 juta hingga 150 juta. Jabo mengatakan, anggaran yang digulirkan desa belum bisa melengkapi kebutuhan di Gelora Arjuna Bumiaji. Belum lagi tim di desa ada yang berkeinginan membuat sekolah sepak bola (SSB) dan membutuhkan biaya.

“Kenapa sich Pemerintahan Kota Batu dengan kota yang memiliki anggaran cukup besar, tidak memandang kami, bahwa stadion kami memang layak untuk itu. Harapan kami, yak arena sering dibuat kegiatan kota, yha disentuhlah untuk pembangunannya. Fasilitas apa yang harus dipenuhi,” harap Kepala Desa Bumiaji ini.

Terkait hal itu, Jabo juga mengakui belum pernah ada sentuhan dari Pemkot Batu selama ini. Sedangkan pembiayaan Gelora Arjuna hanya dibiayai dari ADD dan dari PADes yang dihasilkan dari uang sewa dari tim lain.

“Kemarin itu hampir seminggu penuh disewa dari tim divisi 3 Bandar Lampung. Harapan kami kedepan fasilitas bisa memadai, sehingga tim – tim besar bisa ikut menyewa dan menjadi nilai tambah bagi PADes kami,” tutupnya. (im)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *