Hambatan Relokasi Pasar Besar Kota Batu, HPP : Dinas Kurang Transparan

  • Whatsapp
Himpunan Pedagang Pasar (HPP) Kota Batu mengeluhkan proses pembangunan pasar besar Kota Batu, Kamis (7/10/21).

Kota Batu, inspirator.co.id – Kejar target Pemkot Batu untuk relokasi pedagang pasar besar Kota Batu kembali menuai polemik. Rencana relokasi pada awal bulan November 2021 mendatang dipastikan akan terjadi penolakan. Hal ini disampaikan langsung Ketua HPP Kota Batu yakni Faiz Rohmi, bahwa pihaknya tidak diajak komunikasi maupun sosialisasi terlebih dahulu.

“Kami selama ini hanya diajak 2 kali rapat, selebihnya tidak diajak ketemu. Terlebih yang kami kecewakan sampai saat ini pihak kami tidak ditunjukan gambar bangunan yang akan di kerjakan nanti. Selain itu, sosialisasi relokasi juga tidak dilakukan, padahal waktu kurang berapa hari lagi dari proses relokasi awal bulan,” bebernya, Kamis (07/10/21).

Muat Lebih

Faiz Rohmi juga mengungkapkan, bahwa langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Batu dalam proyek relokasi terkesan terburu-buru. Ia menyebut, Terkait jumlah lapak seharusnya sesuai jumlah pedagang di Pasar Besar Kota Batu, sesuai SK sejumlah 2155. Namun, kenyataaanya dilokasi relokasi hanya disediakan 1135 saja. Terlebih ukurannya relokasi per kios cuma 2×2 meter .

“Kok bisa, semua proyek dilakukan tanpa ada kordinasi dulu dengan kami selaku himpunan pedagang pasar yang selama ini kami yang mengkordinir semua pedagang. Terus kalau cuma segitu pedagang yang lain mau ditaruh dimana, ini yang membuat kami kecewa,” urainya.

Disamping itu, lanjut Fais Rohmi,  pada prinsipnya HPP Kota Batu selalu mendukung program pemerintah. Namun, jika kebijakan dan peraturan tersebut tidak bisa menampung aspirasi pedagagang, maka pihaknya akan menolak.

“Intinya kami tidak terima relokasi jika kami tidak ditunjukan pemenang lelang, dan gambar DED (Detail Engineering Design) nya. Kami pun tidak akan mencampuri terkait proses lelangnya,” cetusnya.

Kekhawatiran pedagang inipun muncul karena tidak mengetahui secara pasti DED yang ditetapkan sebagai dasar pembangunan pasar besar. Fais Rohmi juga mengaku mendapatkan informasi bahwa, dari luasan lahan sekitar 3,5 hektar pembangunan fisiknya hanya 40 persen, sedangkan sisa 60 persennya untuk lahan hijau.

“Yang penting kita ketahui dulu gambarnya dulu seperti apa nanti bangunannya, dan mulai kapan kita direlokasi, serta mulai kapan proyek ini dibangun ,itu sama sekali tidak kita ketahui? Yang jelas kami selaku HPP Kota Batu cuma ingin meminta kejelasan DED, pemenang tender, waktu yang dibutuhkan untuk pembangunan, serta sampai kapan pihak pedagang berada di tempat relokasi tersebut,” pintanya. (im)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *