Implementasi Program Jaga Desa, Kajari Batu Blusukan Ke Desa Junrejo

  • Whatsapp
Blusukan di Bring Rahardjo Desa Junrejo, Kajari Batu Dr Supriyanto berikan sosialisasi dan penyuluhan, Selasa (17/11/2020).
banner 468x60

Kota Batu, inspirator.co.id – Setelah launching program Jaga Desa bersama Wali Kota Batu beberapa bulan yang lalu, kini Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Batu memberikan sosialisasi program Jaga Desa bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Junrejo, serta memberi penyuluhan hukum terkait hukum Waris (Perdata).

Program yang digagas Kejari Batu bersama Pemdes Junrejo tersebut berlangsung di Wahana Desa Wisata Bring Rahardjo, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Selasa, (17/11/2020). Dijelaskan oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Batu, Dr Supriyanto SH MH yakni, dirinya memiliki pemikiran bahwa tugas Kejari tidak hanya sebatas penegakkan hukum secara perventif yakni, menindak, menangkap, dan menahan pelaku tindak pidana.

Muat Lebih

“Meski demikian, kami akan  lebih mengutamakan pencegahan, mencari akar permasalahannya yang terjadi di masyarakat. Sehingga kami bisa tahu problematika hukumnya bisa terlihat. Solusinya dengan program Jaga Desa, kami berupaya menjaga masyarakat dan menjaga desa agar masyarakat desa bisa hidup bahagia, dan sejahtera serta jauh dari permasalahan hukum yang melilit dalam kehidupan sehari – hari yang beragam ,” ungkapnya.

Selain itu sasaran program jaga desa tidak sebatas pada masyarakat saja, lanjut Dr Supriyanto, melainkan juga bagi pengelola keuangan di desa. Oleh karenanya ia juga mengingatkan kepala desa beserta jajaran agar pengelolaan keuangan desa dilakukan sebaik mungkin, serta dilakukan secara  efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

“Karena ini sudah menjadi tugas kami, dalam rangka mengawasi pengelolaan keuangan desa, termasuk dana desa. Ini juga termasuk dalam program jaga desa.  Namun tidak berhenti pada perangkat desa saja. Kami harus memberikan kontribusi possitif pada seluruh masyarakat di Kota Batu, bahwa mereka bisa merasa aman , nyaman dalam hidup berumah tangga,” urainya.

Seiring dengan harapan yang ditelorkan dari program Jaga Desa, pihak Kejari Kota Batu terus memberikan konsultasi hukum, baik secara langsung kepada masyarakat, baik secara blusukan, dan bisa dilakukan oleh masyarakat yang datang langsung ke kantor Kejari Batu.

“Hal tersebut dalam rangka menjemput problematika pada masyarakat. Dan teman – teman sudah melihat bersama, bahwa banyak permasalahan yang terjadi yang spontanitas disampaikan kepada kami. Dan itu hanya sebagaian kecil yang mungkin sudah naik kepermukaan. Padahal didalam masih banyak permasalahan yang belum terungkap,” ujar Dr Supriyanto.

Untuk itu dalam pertemuan awal, ia meminta diberikan ruang yang  seluas – luasnya kepada Kades Junrejo, maupun pada masyarakat untuk berkomunikasi aktif dengan dirinya. Selain itu, untuk memberikan konsultasi hukum bisa dilakukan secara tatap muka maupun secara daring melalui media online yang bakal digagas.

“Itu, untuk membuat aplikasi konsultasi hukum melalui online / daring dan perangkatnya perlu disiapkan. Dengan begitu, kalau itu terjadi dan terlaksana dengan baik, maka saya yakini pelanggaran hukum di Kota Batu bakal minim, bahkan  tidak ada. saya yakini juga masyarakat tentunya akan memudahkan tugas kami dan apararat penegak hukum seperti kepolisian,” terang Kajari.

Lebih jauh ia menjelaskan, salah satu implementasi dan konsep jaga desa yang digagas adalah untuk menciptakan situasi aman, nyaman, serta tidak ada pelanggaran tindak kejahatan yang nantinya bisa berdampak pada perekonomian di Kota Batu yang bisa tumbuh dengan baik.

Dr Supriyanto juga mengungkapkan permasalahan yang menonjol terkait masalah hukum secara statistik yakni, penyalahgunaan narkoba. Disamping itu, persoalan KDRT (kekerasan Dalam Rumah Tangga) juga kerap terjadi karena dipengaruhi faktor ekonomi.

“Saya sangat mengapresiasi yang luar biasa kepada Kepala desa setempat, dan jajaran, maupun Babinsa dan Babinkantibmasnya dengan mendukung program Kades untuk memberikan pencerahan kepada warga masyarakat saat ini. Dan ini menjadi terobosan baru agar penegak hukum tidak ditakuti oleh masyarakat, tapi ini menjadi mitra atau teman. Karena masyarakat adalah majikan kami, dan kami mendapat gizi karena rakyat,” pungkasnya.

Sementara itu, Kades Junrejo, Andi Faizal Hasan, mengaku sangat mengapresiasi dengan program tersebut. Karena langkah yang dilakukan Kejari Batu menjadi harapan baru dan menjadi pencerahan bagi masyarakat Desa Junrejo.

“Memang belum pernah ada Kajari yang mau blusukan ke desa – desa seperti ini. Dan ini belum pernah tejadi di Kota Batu, bahkan daerah lain. Kalau tidak salah , saya memang belum pernah mendengarnya,” ujar Faisal.

Lebih jauh ia menjabarkan, Program jaga desa serta penyuluhan hukum tersebut sangat bermanfaat bagi pihaknya dan masyarakat. Terlebih, persoalan yang disampaikan tentang peristiwa yang ada. Disebut Faisal, pola Kejari Batu tidak langsung main tangkap dan main tahan. Menurutnya, ada kebijakan serta akan dilihat dulu bagiamana akar persoalannya.

” Ini program yang luar biasa  dan kami dengan rekan – rekan Kades yang lain se Kota Batu sudah sepakat mendudukung beliu. Program – programnya dan  salah satunya tadi pelayanan konsultasi hukum secara online yang melaluhi perangkat yang kita siapkan nantinya bersama Kades – kades yang lain didesanya masing – masing,” seru Faisal.

Pentingnya mewujudkan konsultasi daring itu, lanjut Faisal, semua demi kepetingan warga setempat ketika akan konsultasi terkait persoalan hokum.

“Sehingga nantinya masyarakat tidak harus datang ke Kejaksaan dan mereka tinggal datang ke Kantor desa saja. Dengan alat komunikasi perangkat daring yang kita siapkan nantinya  bisa langsung konek dan konsulatasi hukum dengan pihak Kejaksaan Negeri Batu,” tutupnya (im)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *