Inovasi Pelayanan Publik Perumdam Among Tirto Kota Batu Raih Juara Tiga

  • Whatsapp
Heru Wijaya dan Erwan Ari Kusuma saat menunjukan piagam yang berhasil diraih.

Kota Batu, inspirator.co.id – Perumdam Among Tirto Kota Batu berhasil meraih juara tiga dalam kompetisi inovasi pelayanan publik (Kovablik) Pemerintah Kota (Pemkot) Batu tahun 2020. Juara yang berhasil diraih ini berkenaan dengan Sistem Aplikasi Pelayanan Aduan (Sapa Pelanggan).

Diungkapkan oleh Kasi Litbang Perumdam Among Tirto Kota Batu, Heru Wijaya, bahwa munculnya aplikasi tersebut karena adanya keinginan dari pimpinan bila sewaktu-waktu ada komplain atau keluhan pelanggan supaya segera bisa direspon serta tertangani.

Muat Lebih

“Akhirnya kita rapat bersama tim IT membuat aplikasi yang bersifat interaktif sehingga bisa mengkomunikasikan antara pengadu dan petugas. Jadi semua keluhan bisa tertangani dengan maksimal demi wujudkan pelayanan prima,” ungkap Heru, Kamis (18/2/2021).

Dari aplikasi yang dioperasikan sejak awal tahun 2020 tersebut, pelanggan yang mengadu bisa tahu kapan dilaksanakan perbaikan atau mulai dikerjakan serta progres penangganannya. Mereka bisa mengadukan melalui sms, whatsapp, website, telepon kantor atau datang langsung ke kantor yang ada di Jalan Kartini.

“Kemudian setelah aduan itu masuk kita menyebutnya Work Order. Nah dari situ aduan langsung terkoneksi ke bagian teknik, dan terus terpantau,” ujarnya.

Sebelum ada program sapa pelanggan, selama dua tahun pengaduan sebatas melalui website. Disebutkan oleh Staf Litbang Tim IT Perumdam Among Tirto Kota Batu, Erwan Ari Kusuma, bahwa selama dua tahun sebelumnya hasilnya kurang maksimal.

“Sapa Pelanggan kita harapkan bisa jadi solusi cepat merespon aduan. Cara kerjanya, setiap pengaduan masuk langsung terintegrasi ke software internal work order dan terpantau terus,” terang Erwan menjabarkan update program yang ada di Perumdam Among Tirto.

Secara teknis ia menceritakan, Jika sudah masuk tiap aduan akan mendapat nomor, pengadu tinggal mengetik nomor tersebut dan langsung keluar status yang diadukan. Kemudian terlihat apakah sudah tertangani dan dikerjakan oleh petugas bernama siapa.

“Jika bila belum ditangani tetap ada kejelasan kapan ditangani, dan kapan prediksi selesai penanganannya. Kalau rata-rata pengaduan yang masuk tiap hari mencapai 30 aduan yang bakal ditangani oleh tiga koordinator atau tiap koordinator 10 aduan,” pungkasnya. (im)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *