Jaksa Masuk Pesantren Al-Izzah Beri Pemaparan Tentang Perudungan

  • Whatsapp
Kurang lebih 150 Siswa International Islamic Boarding School Al-Izzah dari kelas 10 dan 11 telah mengikuti edukasi dari Kejaksaan Negeri Kota Batu, Kamis, (7/4/22).

Kota Batu, inspirator.co.id – Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Kota Batu memasuki Pesantren untuk memberikan edukasi tentang Bullying atau perundungan sesuai dengan Undang Peradilan Anak, Undang Undang Nomor 11 Tahun 2012 (12-18 thn), keadilan restorative, diversi Lembaga pembinaan khusus anak, dan Undang Undang Perlindungan Anak UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU 23 Tahun 2002 bullying atau perundungan termasuk Tindak Pidana yang biasanya dilakukan anak – anak tanpa disadari oleh pelaku.

Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Batu Koeshartanto, SH dan Trisnaulan Arisanti, SH.MH hadir secara langsung sebagai narasumber pada kegiatan Jaksa Masuk Pesantren yang merupakan bagian dari program Jaksa Masuk Sekolah. Kegiatan kali ini berlangsung di International Islamic Boarding School Al-Izzah jalan Indragiri Gang Pangkur No 87, Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, Kota Batu, Kamis (7/4/22).

Muat Lebih

Koeshartanto, SH memberikan edukasi terkait Bullying mengenai cara menyikapi, dan menghindari Bullying diantara para siswa. Juga himbauan kepada guru dalam hal ini ustadz dan murobi (penjaga asrama) dalam menyikapi tindakan bullying yang bisa saja terjadi dalam proses belajar mengajar sehari-hari.

“Selain itu diharapkan orang tua siswa tetap intens berkomunikasi dengan putra dan ustad pembimbing di sekolah. Sehingga apabila terdapat pelaku bullying maka guru bisa segera mengkomunikasikan solusinya serta mengedukasi, dan merehabilitasi santri serta orang tuanya,” terang Koeshartanto.

Trisnaulan Arisanti, SH.MH menambahkan, peran serta guru, dan orang tua dalam hal ini sangat diperlukan. Ia menghimbau agar para siswa tidak terlalu berlebihan dalam bercanda, dan dapat menjaga marwah keluarga serta instansi pendidikan agar terhindar sebagai pelaku ataupun korban dari tindakan bullying.

“Dan apabila menjadi saksi perilaku bulying segera menyampaikan kepada pihak yang berwenang agar segera dicarikan solusinya. Aksi bulying merupakan embrio kekerasan yang harus diantisipasi sedini mungkin yang membutuhkan kerjasama siswa/santri, guru/ustadz, dan orangtua siswa/ wali santri,” tutupnya. (im)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *