Jangan Ada Relokasi Pasar Sebelum Ada DIPA, Komisi C Berharap Ada Bukti Fisik

  • Whatsapp
Didik Machmud Anggota Komisi C DPRD Kota Batu.
banner 468x60

Kota Batu, inspirator.co.id – Dalam wacana re-building pasar besar Kota Batu, Komisi C DPRD Kota Batu mengharapkan tidak ada relokasi pedagang sebelum ada kejelasan. Oleh karena itu, Komisi C menghimbau Pemkot Batu tidak merelokasi pedagang Pasar Besar sebelum ada bukti fisik seperti Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dalam wacana re-building  tersebut.

Hal itu diungkapkan oleh anggota Komisi C DPRD Kota Batu, Didik Machmud, agar pedagang tidak merasa dibuat binggung. Apalagi, kata Didik, Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Batu sudah menganggarkan Rp 3 miliar untuk relokasi pedagang dalam mega proyek senilai Rp 200 miliar dari APBN itu.

Muat Lebih

“Komisi C tak menyetujui bila tidak ada bukti fisik lalu pedagang direlokasi. Itu pesan kami saat dengar pendapat bersama dinas terkait, jadi jangan tergesa-gesa sebelum ada kejelasan,” ungkap Didik Machmud, Rabu (14/4/2021).

Ia menilai, perlu adanya DIPA dengan alasan nantinya bisa dijadikan dasar legalitas penguat tentang kepastian pembangunan pasar. Sehingga DPRD bisa menyetujui adanya relokasi pedagang yang berjumlah sekitar 3200 orang.

“Bila memang masih belum ada kejelasan maka jangan berkhayal dahulu. Toh, kalau serius Pemkot Batu bisa memanfaatkan tim percepatan dan terus berkomunikasi dengan Pemerintah Pusat serta memberikan dorongan-dorongan kepada tim percepatan,” harap Didik.

Politisi Golkar ini juga memberi pesan jangan sampai pedagang kembali dibuat jengah akan ketidakpastian yang ada. Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan, Kota Batu, Eko Suhartono menegaskan jika memang tidak ada DIPA pedagang tak mungkin direlokasi terlebih dahulu. Ia memperkirakan DIPA turun pada akhir April 2021.

“Kalau tidak ada DIPA pedagang, ya tak mungkin direlokasi, akhir April perkiraan DIPA sudah turun. Intinya pasar tetap akan dibangun,” tandas Eko.

Sementara, Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso mengungkapkan bila pembahasan terakhir memang ada beberapa penyesuaian. Ia menguraikan terkait mekanikal dan elektrikal merupakan suatu sistem yang ada di dalam sebuah gedung atau bangunan. Disebutnya, hal itu tidak dapat dipisahkan dari pemakaian gedung.

“Itu pembahasan antara DPKPP bersama Kementerian PUPR bulan Maret lalu. Penyesuaiannya yaitu mekanikal dan elektrikal seperti instalasi listrik, instalasi fire alarm atau fighting, sound system, ac, lift, genset, eskalator, pompa, pemipaan dan design,” urai Punjul.

Wakil Wali Kota Batu kembali menegaskan bahwa, beberapa hal tersebut merupakan tahapan yang harus dilalui agar pembangunan tidak banyak perubahan saat dilaksanakan.

“Saya sarankan konsultan dan DPKPP langsung ke pusat agar segera terselesaikan. Intinya pro aktif, tidak hanya lewat daring, DED juga tidak bolak-balik direvisi. Itu permintaan pusat,” pungkasnya. (bs)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *