Jaringan Wisata Muhammadiyah Gelar Event Nasional Dimasa Pandemi Dan New Normal

  • Whatsapp
Emil Elestianto Dardak bersama Punjul Santoso membuka acara Jaringan Wisata Muhammadiyah, Rabu malam (17/11/21).

inspirator.co.id – Pemulihan Pariwisata Indonesia dimasa pandemi dan new normal dilakukan Jaringan Wisata Muhammadiyah (JWM) dimulai dari Kota Batu. Disampaikan Ketua Badan Pengurus JWM, H Muhsin B Thoyib Arbas, bahwa event nasional ini dilakukan selama tiga hari mulai tanggal 17 hingga 19 November 2021.

“Kegiatan kami mulai tanggal 17 dengan fun trip, kemudian tanggal 18 dilaksanakan travel mart yang mempertemukan 40 seller dan 60 buyer dari seluruh Indonesia. Selain itu diikuti 23 pengurus dan tim peninjau 20 peserta dari Majelis Ekonomi Pimpinan Pusat, serta ada Kalangan kampus maupun perguruan tinggi. Total peserta sebanyak 143 orang,” kata Muhsin Thoyib Arbas dalam laporannya, Rabu malam (17/11/21).

Muat Lebih

Dalam kesempatan ini, Muhsin juga menyampaikan tujuan dilakukannya JWM Table Top Travel Mart 2021 yang pertama yakni, melakukan recovery pariwisata indonesia yang dimulai dari Kota Batu. Disamping itu untuk mengangkat icon pariwisata halal.

“Selain itu, kegiatan ini juga dalam rangka menyemarakan Milad Muhammadiyah yang ke 109, dan dalam rangka rangkaian menyemarakan Pra Muhktamar Muhammadiyah yang ke 49 yang akan diselenggarakan di Kota Solo,” paparnya.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak saat hadir di acara Jaringan Wisata Muhammadiyah I.

Sementara, event JWM Table Top Travel Mart 2021 ke I dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak bersama dengan Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso di Graha Pancasila Kota Batu (17/11/21). Dikesempatan ini, Punjul memberi apresiasi dan menyambut dengan positif kegiatan tersebut.

Disamping itu, punjul juga memaparkan dampak pandemi Covid-19 di Kota Batu yang membuat sektor wisata dan ekonomi kreatif jadi porak poranda. Disebutnya, Jika dilihat secara nasional, jumlah kunjungan wisata hanya 25 persen dibanding 2019.

“Demikian pula di Kota Batu pada 2019 hampir 7.2 juta ke Kota Batu, saat ini hanya 2 juta wisatawan. Penurunan ini berdampak langsung terhadap okupansi hotel yang tercatat hanya 12.6 persen. Penurunan tenaga kerja hampir 75 persen,” terangnya.

Secara makro, lanjut Punjul, perekoniman Kota Batu yang semula tumbuh 6.51 persen menjadi minus 6.4 persen. Saat ini, Pemkot Batu berupaya menyelamatkan sektor pariwisata. Ada tiga langkah fase yang dicanangkan, pertama tanggap darurat, lalu pemulihan dan terakhir normalisasi.

“Tanggap darurat fokuskan pada sektor kesehatan, kedua di masa pemulihan membuka secara bertahap tempat wisata, ketiga, normalisasi yakni kesiapan protokol di kehidupan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mengatakan agar wisata kembali bergairah perlu adanya inovasi dan terobosan yang luar biasa. Apalagi sektor wisata mampu mendorong UMKM dan UKM sehingga bisa menggerakkan roda perekonomian.

“Saya sangat mengapresiasi dan optimis kepada JWM sehingga mampu memberikan warna dan ciri baru dalam menggembangkan pariwisata. Tidak hanya di Provinsi Jatim tapi seluruh Indonesia. Semoga iktiyar ini diridhoi Allah SWT,” tutup Emil. (im)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *