Kejari Kota Batu Tahan Bendahara Desa Bulukerto Atas Dugaan Korupsi

  • Whatsapp
Kajari Batu, Dr Supriyanto SH MH, (Tengah) didampingi Kasi Intel , Edi Utomo, dan Kasi Pidsus Endro Rizky E, di lantai dua, aula Kejari Kota Batu, Kamis (15/4/2021).

Kota Batu, inspirator.co.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Batu menemukan peristiwa dugaan tindak pidana korupsi, dan memasukan Kaur Keuangan yang merangkap sebagai Bendahara Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, inisial FP, ke Lembaga Pemasyarakatan  (LP) Lowokwaru, Kota Malang, Kamis (15/4/2921).

Dijelaskan oleh Kepala Kejaksaan Negeri ( Kajari) Batu, Dr Supriyanto SH ,MH, bahwa FP disangka melakukan tindak pidana korupsi dana pengelolaan dan pendapatan belanja desa tahun anggaran 2020. Berdasarkan hasil audit dari tim telah ditemukan kerugian uang negara sebesar Rp 338.609.582.

Muat Lebih

“Setelah diterbitkan surat perintah penyidikan, tim penyidik tengah melakukan penyelidikan dan melakukan pemeriksaan para saksi, kemudian juga mengumpulkan alat bukti berupa surat maupun barang bukti, dan juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengumpulkan alat bukti atas dugaan tindak pidana korupsi yang dimaksud,” ungkap Dr Supriyanto.

Lebih lanjut dia menjelaskan, sudah ada sekitar 30 saksi yang turut diperiksa. Dengan berjalannya waktu dan berdasarkan hasil penyidikan, maka telah ditemukan adanya dugaan peristiwa tindakan korupsi. Kajari juga menyebutkan, nama dengan inisial FP merupakan pihak yang paling bertanggungjawab atas tindak pidana korupsi tersebut.

“Terhadap perkara tersebut, penyidik memberikan sangkaan kepada FP adalah melanggar pasal 2 ayat 1 UUD no 31 tahun 99 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah UUD tahun 2020/2021, atau juga pasal 3  UUD no 31 tahun 99  tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana dirubah UUD tahun 2020/2021,” terang Kajari Batu.

Guna memperlancar proses penyelesaian perkara, lanjut Kajari Batu, tim penyidik telah melakukan tindakan penahanan terhadap FP. Hal itu berdasarkan surat perintah penahanan dari Kejari Batu selaku penyidik, mulai tgl 15 April 2021.

“Selanjutnya tim penyidik bakal segera menyelesaikan dan menuntaskan berkas perkara ini,  karena sudah ditetapkan tersangka. Mudah – mudahan dalam waktu dekat segera bisa dilimpahkan ke Pengadilan,” ujar Dr Supriyanto.

Meski demikian, Mantan Kepala Kajari Gorontalo ini enggan menyebutkan modus penyimpangan yang dilakukan pelaku. Secara ringkas, Dr Supriyanto hanya menjelaskan bahwa, hal tersebut tidak bisa diungkapkan secara detail karena hal tersebut menjadi materi penyidikan.

“Yang pasti jabatanya, FP ini selaku Kaur Keuangan merangkap bendahara. FP mencairkan uang dan uang itu dipergunakan untuk kepentingan pribadi,” tandasnya.

Sementara, Indri Hapsari SH yang menjadi pengacara FP menuturkan, bahwa kliennya (FP) merupakan korban penipuan investasi, dan pelakunya juga sudah ditahan di Polres Batu. Meski demikian, Indri juga mengakui tidak banyak tahu terkait peristiwa yang menimpa kliennya terkait investasi tersebut.

“Karena saya baru ditunjuk sebagai kuasa hukumnya pada hari ini, jadi tidak begitu banyak tahu terkait peristiwanya. Saya akan  mempelajari dulu dan koordinasi dengan FP,” jelas Indri.

Seiring hal itu, Indri juga mengungkapkan, bahwa Kajari Batu sudah memberikan tenggang waktu mengembalikan uangnya sebelum tuntutan. Meski begitu, lanjut Indri, bagaimanapun tindak pidananya tetap terjadi. Sedangkan untuk pengembalian uang merupakan bagian etikat baik dari FP.

Terkait dengan kliennya, terang dia, “Klien saya sementara di Lapas selama 20 hari. Nantinya jika selama penyidikan lebih, bakal diperpanjang juga waktunya. Itu jika penyidikannya belum selesai akan  diperpanjang selama 40 hari. Seharusnya ditahan disini, karena disini belum ada tahanannya dititipkan di Lowokwaru,” tutupnya (bs)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *