Komnas Perlindungan Anak Ajak Boikot Tayangan Saiful Jamil

  • Whatsapp
Ketua Komnas Perlindungan Anak ajak masyarakat untuk boikot tayangan Saiful Jamil, Kamis (9/9/21).

Kota Batu, inspirator.co.id – Kontroversi bebasnya Saipul Jamil dari Lembaga Pemasyarakatan Cipinang Jakarta Timur pada 2 September 2021 lalu turut mendapat kecaman keras dari Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait.

Disebutnya, kebasan Saiful Jamil yang disambut kawan- kawannya yang dikalungi untaian bunga dan diarak dengan mobil mewah menjadi hal yang bisa melukai hati korban pedolfilia. Sambutan yang dinilai berlebihan tersebut, turut direspon Saiful Jamil seperti seorang pahlawan yang menang dari suatu pertandingan. Bahkan, dia tidak mengatakan permohonan maaf terhadap korbannya.

Muat Lebih

“itu adalah pelecehan terhadap martabat dari korbannya dia dan ribuan anak- anak yang pernah mengalami kejahatan seksual yang sama seperti apa yang dilakukan Saiful Jamil. Jadi melukai hati itulah, dalam perspektif perlindungan anak, maka itu juga sebuah kejahatan yang luar biasa, maka bisa dimatikan karirnya setahun hingga dua tahun,” ungkap Arist.

Ditegaskan Arist, Kebebasan Saiful Jamil layak dimatikan karir atau profesinya karena tidak layak menjadi teladan. Kejahatan seperti itu, lanjut Arist, berlaku di seluruh dunia, bukan karena unsur suka atau tidak suka.

“Sama seperti kasus korupsi kan, kan dimatikan untuk beberapa tahun karir politiknya, itu kan bisa. Dalam perspektif itu kita protes keras terhadap seoalah- olah dia pahlawan. Itu melukai hati dari para korban,” tegasnya.

Oleh karena itu, Komnas Perlindungan anak memboikot semua tayangan- tayangan yang mengekspose Saiful Jamil karena bukan sosok yang layak dijadikan teladan. Ia pun menghimbau kepada semua masyarakat, apabila menonton telivisi yang menayangkan Saiful Jamil lebih baik mematikan televisi.

“Saya kira masyarakat kita sudah cerdas, karena itu merupakan kejahatan kemanusiaan, dan kita usulkan mematikan karir untuk beberapa waktu, dan televisi – televisi tidak memberikan akses tayangan- tayangan untuk Saiful Jamil,” seru Arist.

Selain itu, Arist mengatakan bahwa belum ada jaminan buat Saiful Jamil kalau tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Bahkan belum ada berita yang menginformasikan kalau Saiful Jamil sudah dilakukan rehabilitasi. Oleh karena itu perlu adanya pemboikotan.

Disinggung ketika televisi berfrekuensi sudah ada aturannya dan mereka tidak melakukannya kembali, sedangkan disatu sisi banyak konten- konten creator yang bisa menampilkan sosok Saiful Jamil. Arist pun kembali menegaskan akan membuat rekomendasi kepada KPI (Komisi Penyiaran Indonesia).

“Komnas Perlindungan anak akan merekomendasikan KPI sebagai pemegang regulator komisi penyiaran, juga mempunyai undang undang untuk mengatur itu, jadi sekalipun itu bukan televisi yang menayangkan tetap mempunyai wewenang melaui undang – undang penyiaran,” tutupnya. (ad)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *