Kota Batu Kirim 9 Atlet Dilaga PON XX Papua, Ditarget Raih Medali

  • Whatsapp
Ketua Umum KONI Batu, Mahfud (tengah) saat memberikan keterangan dalam menyambut Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021 Papua, Rabu (8/9/21).

Kota Batu, inspirator.co.id – Sembilan (9) atlet asal Kota Batu berhasil meluncur ke ajang Pekan Olaraga Nasional (PON) XX Papua. Dijadwalkan PON XX Papua akan digelar pada Oktober 2021, diempat lokasi yakni, Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Merauke, dan Kabupaten Mimika.

Dari Sembilan atlet tersebut, diantaranya enam atlet Paralayang atas nama Gigih Iman Nurdianzah, Jafro Megawanto, Joni Effendi, Roni Pratama, Ike Ayu Wulandari dan Rika Wijayanti. Sedangkan atlet Paramotor bernama M Kafa Yaqi Ardafa, untuk atlet Tarung Derajat  bernama Nuggy Rezzaindi Yoansa,  dan atlet Selam Laut adalah Nafa Amadea.

Muat Lebih

Diungkapkan Ketua Umum KONI Batu, Mahfud, dari Sembilan atlet asal Kota Batu tersebut mewakili Provinsi Jatim dan menargetkan bisa untuk meraih medali emas maupun perak. Ia pun cukup optimis untuk perolehan medali. Disebutnya, atlet yang diberangkatkan oleh Jawa Timur adalah mereka yang berpotensi meraih medali.

“Mereka yang terpilih mewakili Jawa Timur, adalah mereka yang memiliki prestasi dan terbaik. Sebab pada Pra PON yang dilakukan sebelumnya, mereka sudah bisa menunjukan kualitas dan bisa mengukir prestasi dengan baik,” terang Mahfud, Rabu (8/9/21).

Selain itu, dukungan uang saku dari KONI Kota Batu akan diberikan kepada para atlet yang mewakili  Provinsi Jatim tersebut. Mahfud mengatakan, dukungan uang saku itu akan meningkatkan motivasi dan kesadaran bahwa daerah sangat mendukung kompetisi yang mereka lakoni.

“Dukungan itu dalam bentuk tambahan uang saku. Sebagai bentuk kepedulian dan dukungan kami. Untuk meningkatkan motivasi mereka bahwa daerah mendukung mereka,” katanya.

Selain itu, lanjut Mahfud, adanya dukungan uang saku itu juga bertujuan membentuk ikatan baik dengan daerah, sehingga atlet tidak lari ke daerah lain karena tidak diperhatikan daerah. Ia pun menceritakan ada pengalaman bahwa, pernah mantan atlet PON 2004-2008 pindah ke provinsi lain.

“Anak Batu asli, tumbuh dan besar di Batu. Lalu tidak mendapat izin dari Provinsi Jatim. Ternyata di Provinsi lain juga tidak bisa didaftarkan sebagai kontingennya. Oleh sebab itu kami tetap berikan dorongan dan motivasi. Harapannya, mereka punya ikatan dengan daerahnya, khususnya Kota Batu,” beber Mahfud.

Disatu sisi Mahfud juga mengungkapkan rasa bangganya, sebab ada warga Kota Batu yang turut menjadi wasit di Cabang olaraga Futsal. Dan pihak KONI Kota Batu secara resmi sudah mendapatkan laporan mengenai hal tersebut.

“SDM Kota Batu mendapat kepercayaan dari PB PON XX untuk memimpin pertandingan sebagai wasit. Salah satunya yang sudah melapor, ditugaskan dari Cabor Futsal. Satu orang wasit mendapat tugas memimpin pertandingan di PON XX Papua,” ujar Mahfud.

Ia pun menjabarkan , selain atlet yang dikirim ke PON XX Papua, juga ada dua pelatih yakni Pelatih Pencak Silat Edy Suhartono dan Pelatih Tarung Derajat Mochammad Muhsin SH. Sedangkan mekanik Paralayang berjumlah empat orang yang dikirimkan yakni, Andri Sisnanto, Viki Mahardika, Ardiansyah Mega Putra, dan Markus Heru Rusbiyanto.

“Kelima belas atlet, pelatih dan mekanik ini didasarkan pada surat dari Provinsi Jawa Timur. Diluar itu masih ada Wasit Kota Batu yang dikirimkan ke PON Papua berdasarkan SK dari PSSI pusat yakni Ikhwan Budi Laksono. Ikhwan sempat mencuri perhatian disaat laga Thailand melawan Argentina diajang Turnamen Futsal Thailand Five tahun 2017 lalu,” tandasnya.

Sementara itu, ada dua atlet yang tidak bisa berangkat ke PON XX Papua karena mengalami cidera yakni dari Cabor Tinju bernama Rendy Ngabalin. Satunya lagi atas nama Rony Eltanto dari atlet Bridge yang tidak diberangkatkan karena cabang olahraga tersebut  tidak dipertandingkan. (im)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *