Kualitas Gedung DPKP Kota Batu Senilai 3,5 Miliar Diragukan, Komisi B : Kurang Layak Sebagai Kantor

  • Whatsapp
Meski baru ditempati, Komisi B menilai gedung DPKP kurang layak, Rabu (6/10/21).

Kota Batu, inspirator.co.id – Pembangunan gedung Hanggar atau kantor Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Batu diduga tidak sesuai spesifikasi. Gedung yang menyerap anggaran Rp 3,5 miliar tersebut dinilai tidak profesional dalam pengerjaannya. Padahal gedung Hanggar itu baru ditempati pada 2 Juli 2021.

Kondisi mengecewakan ini, dijumpai Anggota Komisi B DRPD Kota Batu saat melakukan peninjauan lokasi gedung yang berada di sisi Utara Balai Kota Among Tani, Rabu (6/10/2021). Dibeberkan ketua Komisi B, Hari Danah Wahyono, bahwa ada beton struktur yang patah, dan kamar kecil di ruang staf yang bocor.

Muat Lebih

“Ada atap kamar kecil di ruangan kepala dinas yang ambrol, pipa bocor, pembuangan air yang kurang tertata sehingga waktu hujan air masuk ke dalam ruangan, dan masih banyak lagi. Kami sangat kecewa, jujur saja kaget melihat kondisi gedung. Menurut kami kurang layak sebagai kantor karena banyak kerusakan, kualitas bangunannya sangat-sangat buruk,” beber politisi Partai Gerindra ini.

Seiring hal itu, Hari Danah menyampaikan, Komisi B menuntut Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kota Batu selaku leading sektor bertanggungjawab untuk memperbaiki. Ia pun mengaku sangat kecewa melihat kondisi kantor DPKP yang sudah mengalami kerusakan, ambrol, dan bocor di banyak tempat, padahal baru saja terbangun dan ditempati.

“Saran saya robohkan saja, lihat atap di depan itu, tiang penyangganya retak. Takutnya pas angin kencang nanti malah menimpa mobil pribadi atau mobil damkar, bahayanya lagi bila sampai menimpa petugas yang sedang beraktivitas di sini. Tolong ditindaklanjuti, dalam waktu dekat Komisi B bakal berkoordinasi dengan Ketua DPRD, dan Komisi C untuk memanggil DPKPP,” serunya.

Disamping itu, Kepala DPKP Kota Batu, Supriyanto mengatakan kondisi kantornya memang berfungsi. Tapi dari sisi kelayakan banyak hal yang perlu diperhatikan. Ia berharap, sebelum nantinya diserahkan menjadi aset DPKP seyogyanya dilakukan perbaikan terlebih dahulu.

“Kita hanya menempati, tidak punya wewenang karena pembangunan masuk ranah Disperum. Memang banyak sudut ruangan yang rusak sehingga bisa menghambat kinerja petugas,” ucapnya.

Saat Komisi B melakukan tinjauan gedung DPKP Kota Batu.

Supriyanto merinci, perlu ada banyak pembenahan misalnya pagar depan. Karena jika tidak dibenahi mobil pemadam berukuran besar kesulitan ketika hendak keluar masuk. selama ini petugas harus memutar mobil terlebih dahulu. Padahal ada standar pelayanan minimal petugas yaitu begitu ada telepon atau laporan, maksimal 15 menit harus sudah sampai lokasi untuk melakukan penyelamatan.

“Belum lagi di belakang balai kota setiap malam selalu ramai banyak warung-warung. Malah pada hari Minggu di sisi Timur balai kota ada pasar pagi. Kami khawatir saat ada laporan jalur yang biasa saya lewati dipadati masyarakat, itu bisa menghambat penangganan kebakaran,” keluhnya.

Dari kondisi tersebut, Supriyanto mengungkapkan, bahwa pihak DPKP pernah berkirim surat ke pihak Disperum sebanyak dua kali. Dalam surat tersebut disebutkan, agar pihak rekanan segera memperbaiki. Namun surat tersebut tak kunjung mendapatkan balasan.

“Dua kali kami kirimkan surat tapi belum ada respon,” tandasnya. (im)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *