Kursi Kasi Pemerintahan Kosong, Pemdes Junrejo Buka Penjaringan Diutamakan Kearifan Lokal

  • Whatsapp
Kepala Desa Junrejo, Andi Faisal Hasan mengungkapkan ada peserta dari luar kota, Rabu (10/2/2021).
banner 468x60

Kota Batu, inspirator.co.id – Terjadi kekosongan kursi perangkat desa dibagian Kasi Pemerintahan, Kepala Desa Junrejo, Andi Faisal Hasan telah mengumumkan, bahwa pihaknya telah membuka pendaftaran atau penjaringan calon perangkat desa yang baru. Ia mengungkapkan, terdapat 49 orang yang sudah mengambil formulir pendaftaran.

“Sampai batas waktu yang ditentukan, diketahui ada 30 orang yang sudah mengembalikan formulir. Dan mereka berhak mengikuti seleksi tahap pertama yakni seleksi administrasi berkaitan dengan aturan- aturan yang sudah ditetapkan. Dan secara administrasi yang lolos 14 orang yang berhak mengikuti seleksi tahap dua atau filter kedua,” ungkap kepala desa yang akrab disapa Faisal, Rabu (10/2/2021).

Muat Lebih

Lebih lanjut dia menjelaskan, Dalam filter tahap kedua ada tes tulis, tes praktek , dan wawancara. Dari 14 orang yang ada, nantinya akan diambil 3 orang yang mempunyai tingkat teratas. Selanjutnya dari tiga teratas akan masuk dalam tahap filter ketiga. Faisal menyebutkan, dalam tahap ketiga diputuskan tidak berdasarkan nilai tertinggi layaknya lomba cerdas cermat.

“Karena yang kita harapkan adalah Pamong yang sesuai kita harapkan dengan kriterianya, satu tuntutan desa berkaitan dengan IT dia harus mampu. Tapi satu yang tidak boleh ditinggalkan adalah kearifan lokal. Bagaimana seorang perangkat desa ini bisa mewakili seorang Pamong desa yang memiliki etika, sopan santun, ini adalah yang terdepan bagi kami,” tegasnya.

Ia menjabarkan, jika orang tersebut pintar dibidang IT namun interaksi sosialnya kurang baik maka akan percuma. Maka untuk memutuskan hal itu, ia melibatkan tim, ada Camat dengan beberapa kriteria. Sebab, bicara soal perangkat desa, tidak lepas dari unsur kepamongan yang harus bisa mengayomi masyarakat di desa.

“Karena hal itu menyangkut kearifan lokal, dari etika, sopan santun, bersosial masyarakat, dan hal ini menjadi suatu tuntutan. Kalaupun nilai akademiknya tinggi, akan tetapi nilai kearifan lokalnya rendah , maka hal itu tidak akan menjadi perhitungan,” kata Faisal menegaskan kembali.

Tampak peserta seleksi perangkat desa, serius melakukan tes tulis.

Meski dalam penjaringan perangkat desa yang dalam tahap finalnya ditentukan oleh pihak desa, kemudian rekomendasi dari Camat, dan juga tim seleksi. Ternyata antusias masyarakat cukup tinggi. Hal itu terbukti, selain warga lokal juga terdapat peserta yang berasal dari luar kota, baik dari Kota Malang bahkan ada yang dari Probolinggo. Hingga dalam tahapan kedua ini, mereka tercatat masih lolos diseleksi tahapan kedua.

“Sedangkan kriteria umur yang ditentukan dari usia 20 hingga 42 tahun. Nantinya, yang lolos akan diangkat hingga usia 60 sesuai SK Kepala Desa. Meski demikian, jika dalam perjalanan ada kinerja yang tidak baik dan tidak bisa menjalankan tupoksinya, maka perangkat tersebut juga bisa dihentikan. Selain itu, karena faktor lain yakni meninggal dunia,” tutupnya. (im)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *