Larangan Mudik Diberlakukan Dengan Melibatkan Personil Gabungan Di Operasi Ketupat 2021

  • Whatsapp
500 personil gabungan dari unsur TNI, Polri, Dishub, BPBD, Satpol PP, PMI, Dinkes, dan Ormas di Kota Batu turut dilibatkan dalam Operasi Ketupat Semeru 2021.
banner 468x60

Kota Batu, inspirator.co.id – Apel Operasi Ketupat 2021 telah digelar dan diikuti Jajaran Forkopimda Kota Batu di Alun- Alun Kota Batu, Rabu (5/5/21). Disampaikan Kapolres Batu, AKBP Catur C Wibowo, SIK MH, bahwa dalam operasi kali ini, Polisi tidak hanya mensosialisasikan tentang penegakan protokol kesehatan saja, akan tetapi juga ada penerapan larangan mudik.

Kapolres Batu juga menyebutkan, larangan mudik tahun ini diberlakukan karena berbagai hal. Diantaranya karena pengalaman Idul Fitri tahun 2020 lalu. Meski demikian, ia juga mengungkapkan adanya perkiraan ditahun ini masih ada 17,5 juta orang yang melakukan mudik.

Muat Lebih

“Untuk itu, dalam Operasi Ketupat Semeru 2021 ini, Polisi akan berupaya untuk mengamankan ketertiban sekaligus mencegah penyebaran Covid-19 dengan cara melarang kegiatan mudik. Jangan sampai peringatan Bulan Suci Ramadhan dan Idul Fitri menjadi kekhawatiran baru di masa mendatang,” terang Kapolres.

Untuk diketahui, larangan mudik berlaku mulai tanggal 6 hingga 17 Mei 2021. Dihimbau, masyarakat dilarang mudik atau keluar wilayah Rayon, dan akan dibuat penyekatan dibeberapa lokasi perbatasan antar daerah.

“Bagi yang ketahuan melanggar, mereka akan dipaksa putar balik. Kecuali kendaraan pengangkut logistik, obat-obatan, dan pemadam kebakaran. Termasuk mereka yang melaksanakan perjalanan dinas yang dilengkapi dengan surat tugas, dan masyarakat yang memiliki keperluan mendesak seperti ada anggota keluarga yang meninggal, akan melahirkan dan lainnya,” urai Catur C Wibowo.

Kapolres Batu, AKBP Catur C Wibowo saat Apel Operasi Ketupat Semeru 2021.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Batu, AKP Indah Citra Fitriani menjelaskan ada beberapa kriteria seorang tidak mudik. Misalnya orang dari luar Aglomerasi akan berwisata atau jenguk keluarga masih diperbolehkan.

“Tapi ketika melewati pos penyekatan wajib bawa surat Antigen. Jadi besok hingga tanggal 17 Mei masuk tahap peniadaan mudik. Disini mudik nihil atau tidak diperbolehkan sama sekali. Untuk tahap ini pergerakan masyarakat masih diperbolehkan dengan syarat membawa surat antigen atau surat tugas untuk yang bekerja,” jelas Indah.

Kasat Lantas juga menyampaikan ada Lima pos penyekatan diantaranya Pos Kandangan Kediri, pos ini merupakan sekat antar rayon dengan diisi personil gabungan dengan Polres Kediri – Batu untuk menyekat pemudik dari arah Kediri dan Jombang. Selanjutnya Pos Kambal Ngantang untuk menyekat pemudik dari arah Blitar dan melakukan filter jika ada yang lolos dari arah Kasembon.

“Kemudian Pos Garuda di Bumiaji untuk sekat pemudik dari arah Mojokerto melalui jalur Cangar. Ke empat Pos Pendem untuk sekat pemudik yang dari arah Surabaya dan yang lolos dari Malang. Terakhir Pos Alun-Alun sebagai pos pelayanan. Jadi semua pos itu didukung dengan tiga pos pantau yang akan diketatkan seperti Kecamatan Bumiaji, Jalan Dewi Sartika, dan Kecamatan Pujon,” beber Indah.

Seirama, Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso menegaskan bagi wisatawan  masih diperbolehkan dengan catatan harus membawa hasil negatif surat rapid test antigen dan PCR.

“Wajib membawa hasil negatif surat rapid test antigen dan PCR, jika masuk ke Kota Batu. Semoga Operasi Ketupat Semeru bisa menekan sebaran Covid-19 di Batu, tak lupa kami mengingatkan terus patuhi prokes sesuai anjuran pemerintah,” tegas Punjul. (im) 

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *