Mantan Karyawan Hotel Bisa Menghasilkan 20 Juta Perbulan Dari Tanaman Sansivera, Sayang Pemkot Batu Tidak Tahu

  • Whatsapp
Sukses : Andryansyah Kusuka (35), salah satu petani tanaman hias Sansivera asal Kota Batu yang berhasil menembus pasar luar negeri, Senin (13/1).
banner 468x60

Kota Batu, inspirator.co.id – Siapa sangka Kota Batu tidak hanya dikenal dengan wisatanya saja. Namun orang luar negeri pun sudah banyak yang tahu kalau Kota Batu merupakan tempat produksi tanaman hias sejenis Sansivera. Dari penelusuran tim inspirator.co.id berhasil menjumpai seorang bernama Andryansyah Kusuka (35), dengan alamat RT 7/RW 1, Dusun Cangar, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Tim inspirator.co.id sempat terkagum melihat koleksi yang dimiliki pria yang biasa akrab disapa Andry ini. Selain terdapat berbagai macam bunga, dirumah Andry terdapat juga tanaman yang didominasi tanaman sansivera dengan jenis trifasciata, hahnii, futura dan lorenti. Dari koleksi yang mendominasi tersebut, Adry juga mengaku, kini telah mendapatkan penghasilan perbulannya rata rata mencapai RP 20 juta sebulan.

Muat Lebih

“ Dulu saya seorang karyawan hotel yang ada di Kota Batu, dengan gaji dua juta perbulannya. Namun, saya berhenti pada tahun 2015, yang kemudian kembali beraktifitas bertani tanaman hias Sansivera. Keputusan saya saat itu, tidak pernah disesali. Sebab, dengan menjadi petani sansivera, saya bisa mendapatkan keuntungan 10 kali lipat dari gaji menjadi karyawan hotel,” kenang Adry menceritakan kisahnya.

Lanjut Andry, aktivitasnya merawat tanaman hias sejak 2008 dengan modal Rp 50 ribu untuk membeli belasan Sansivera jenis pagoda. Dari tanaman itulah, mulai berkembang tanaman jenis lainnya. Perlahan, pemasukannya pun mulai meningkat. Kini, ada ratusan pot bunga yang ada di rumahnya dua lantai. Di lantai kedua, menjadi lahan pertaniannya mengembangkan tanaman hias. Kini, Andry telah mengembangkan bisnisnya. Tidak hanya di dalam negeri, bahkan hingga ke luar negeri.

“Awalnya untuk koleksi yang bermanfaat karena tanaman ini dapat menyerap polutan. Terus hasil panennya juga mudah termasuk menjualnya. Saya menjualnya lokal ke konsumtif taman, penghobi, kolektor,pedagang hingga petani. Akhir ini, setahun terakhir permintaan luar negeri meningkat,” terang  Andry.

Beberapa negara yang menjadi tujuannya adalah, Amerika Serikat, Rusia, Iran dan Thailand. Bahkan sejumlah konsumennya datang langsung ke rumah Andry yang berada di Kota Batu. Berbisnis sansiver sangat menguntungkan. Tanaman ini memiliki tingkat survive yang tinggi.

“ Yang biasanya datang ke Indonesia itu orang Rusia dan Iran, dalam setahun bisa sampai tiga kali datang ke Indonesia. Sunsivera kalau tidak ditaman hingga sebulan pun bisa hidup. Jadi pengiriman ke luar negeri bisa dilayani. Bahkan, daunnya yang dipotong, bisa tumbuh jika ditancapkan di tanah. Teknik itu kerap dilakukan para petani dan pedagang, jelas Andry kembali.

Meski mengalami permintaan luar negeri yang cukup tinggi, Andry mengaku tidak bisa melayani permintaan tersebut. Ia sengaja tidak menjual seluruhnya ke luar negeri untuk melindungi keseimbangan pangsa pasar di dalam negeri. Selain itu, Andry juga mengungkapkan promosi yang dilakukan melalui media sosial seperti facebook, yang didalamnya terdapat grup yang beranggotakan berbagai orang dari luar negeri.

Meski demikian, Andry juga mengakui adanya kendala pengiriman ke luar negeri. Pasalnya, untuk Pemerintah Kota Batu belum ada pelayanan untuk memfasilitasi pengiriman ke luar negeri. Sehingga ia harus meminta tolong pada temannya yang ada di Surabaya yang sudah memiliki perijinan untuk ekspor.

“ Memang kendala saya di Kota Batu belum ada pendampingan dari Pemkot Batu. Saya berharap Pemkot Batu bisa memfasilitasi atau memberi pelatihan dan penampingan bagaimana cara ekspor. Kalau mau ekspor besar sekali peluangnya apalagi petaninya orang Kota Batu,” harap, Andry kedepannya.

Menurutnya, Sansivera ini tanaman terbaik di Indonesia, peluang bisnis yang saat ini ia geluti, sebetulnya bisa mendatangkan keuntungan bagi pemerintah daerah. Pasalnya, setiap kali transaksi untuk pengiriman ke luar negeri, ada nilai pajak yang harus dibayarkan. (im)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *