Mentan Hadiri Acara KTNA Kota Batu, Kedepan Jagung Harus Jadi Swasembada

  • Whatsapp
Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, H. Syahrul Yasin Limpo, saat hadir di acara KTNA 2022.

Kota Batu, inspirator.co.id – Menteri Pertanian Republik Indonesia, H. Syahrul Yasin Limpo, hadiri Perhelatan Nasional, Rembug Utama Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Tahun 2022, sekaligus membuka acara secara resmi di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Jumat (16/09/22).

Menteri Pertanian RI memberikan apresiasi atas kegiatan yang digelar. Ia mengatakan, Rembug KTNA merupakan agenda luar biasa yang bisa menghasilkan rekomendasi-rekomendasi terbaik untuk keberlangsungan pertanian di Indonesia.

Muat Lebih

“Saya mengapresiasi sekali. Ini rembug yang sangat penting, sangat strategis dan luar biasa. Saya merasa bahwa apa yang kalian (KTNA) lahirkan disini adalah suatu yang bisa membantu negara menghadapi ketidakpastian masa depan,” kata Syahrul Yasin Limpo dalam sambutannya.

Syahrul juga mengingatkan, permasalahan pangan dunia harus menjadi perhatian bersama. Tingginya inflasi dan adanya konflik geopolitik menjadikan situasi dunia tidak menentu. Indonesia harus tetap waspada menghadapi segala kemungkinan.

“Inflasi di Indonesia saat ini diangka 4%, kita tidak boleh goyah. Kita kurangi impor, Indonesia sudah bisa swasembada beras, tahun depan jagung harus jadi swasembada. Saya yakin bersama KTNA kita bisa mewujudkan itu semua,” jelas Syahrul.

Menteri Pertanian RI, juga menerima piagam penghargaan dari KTNA atas kesuksesan swasembada beras tahun 2019-2021.

Dikesempatan ini, Ketua Umum KTNA Nasional, Yadi Sofyan Noor, menjelaskan, KTNA menjadi suatu organisasi independen yang berorientasi pada aktivitas agrikultur. Selain itu, KTNA juga memberikan penghargaan kepada Menteri Pertanian RI atas dedikasinya dalam meningkatkan pembinaan, dan pemberdayaan petani.

“Sebagai bentuk penghargaan dalam membina, memotivasi dan pemberdayaan petani, kami menganugrahkan Lencana Utama Adi Bakti Tani kepada Menteri Pertanian RI,” terang Yadi.

Sementara itu, Wali Kota Batu. Hj. Dewanti Rumpoko, menyambut baik adanya kegiatan di Kota Batu ini. Harapannya, rembug utama ini dapat menghasilkan rekomendasi terbaik untuk pertanian dan hasil pangan Indonesia.

Kegiatan yang digelar selama empat hari, mulai 5-18 September 2022 ini melibatkan 2.000 petani dan nelayan seluruh Indonesia. Selain rembug, kegiatan ini juga diisi dengan Agro Expo yang menampilkan 54 booth produk pertanian dan perikanan dari berbagai kota/kabupaten. (im)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *