Minta Penuntasan Kasus SPI, Masyarakat Peduli Perempuan Dan Anak Hearing Ke DPRD Kota Batu

  • Whatsapp
Ketua LPA Kota Batu, Fuad Dwiyono Minta Penuntasan Kasus SPI segera dilakukan, Selasa (23/11/21).

Kota Batu, inspirator.co.id – Masyarakat peduli perempuan dan anak lakukan hearing ke DPRD Kota Batu untuk mengurai persoalan yang terjadi di sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI), Kota Batu. Element masyarakat yang tergabung dalam Pemuda Pancasila MPC Kota Batu, Aliansi Peduli Perempuan Kota Batu, dan Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) diterima langsung oleh anggota Komisi A dan Komisi C.

Diungkapkan Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Batu, Fuad Dwiyono, bahwa setelah dilakukan pertemuan maupun jajak pendapat dengan DPRD Kota Batu, akhirnya tercetus untuk dibentuk Tim Investigasi Independent yang melibatkan banyak pihak yang punya kepedulian, dan disarankan ada SK Wali Kota Batu.

Muat Lebih

“Kami mendorong dan meminta keterlibatan pemerintah daerah untuk menangani persoalan di SPI. Jadi peristiwa yang terjadi di SPI tidak hanya menjadi tanggung jawab LPA dan masyarakat yang peduli perempuan dan anak. Jadi kami meminta peran serta dari DPRD dan Pemkot Batu agar persoalan ini terang benderang,” ungkap Fuad, Selasa (23/11/21).

Sedangkan terkait pembentukan Tim Investigasi Independent dari hasil diskusi dengan DPRD Kota Batu juga disarankan ada SK Wali Kota Batu. Fuad berharap nantinya akan ada SK dari wali kota. Ia menyebutkan, andai kata tidak mendapat SK wali kota pembentukan Tim Investigasi Independent akan tetap dilakukan.

“Kalaupun Pemerintah Kota Batu tidak segera membentuk atau memberikan SK, maka dari DPRD yang akan membuat Tim Investigasi Independent guna percepatan penanganan kasus SPI yang sudah berjalan 6 bulan lamanya. Nanti dari berbagai element masyarakat dan pemerintah akan melakukan penyelidikan secara tuntas. Baik itu mulai dari pendirian SPI hingga rehabilitasi terhadap korban,” seru Fuad.

Disamping itu, Fuad juga mengungkapkan bakal membuat laporan baru, dan berbeda dengan konteks yang sudah dilaporkan di Polda Jatim. Ia memastikan, dalam beberapa pekan ini akan ada pemanggilan terhadap kepala sekolah dan kepala asrama sebagai terlapor.

“ada dua kasus yang akan kita jadikan LP baru. kami berharap ada laporan baru selain ada laporan yang sudah masuk di Polda Jatim. Artinya kasus yang sudah masuk di Polda tidak bisa kita laporankan di Polres Batu. Jadi ini kasus berbeda yang terjadi di SPI dan akan kita buatkan laporan baru,” tandasnya.

Fuad menambahkan, untuk saksi korban yang diperiksa di Polda Jatim terkait JE hanya satu anak. Seiring hal itu akan ada dua saksi korban lagi yang bakal dijadikan dasar untuk membuat laporan baru. (im)

 

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *