Moment Libur Lebaran Kali Ini, Dinilai Masih Tidak Bisa Tingkatkan Pendapatan Pajak Sektor Wisata

  • Whatsapp
Lesunya kunjungan juga tampak pada destinasi wisata Jatim Park 1 Kota Batu.
banner 468x60

Kota Batu, inspirator.co.id – Pandemi Covid- 19 yang tak kunjung usai membuat pajak  disektor wisata di Kota Batu mengalami keterpurukan. Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso menjelaskan, sesuai data per 15 April 2021, capaian data yang tampak dalam triwulan pertama senilai Rp 13,4 miliar. Ia menilai, hal itu sangat jauh dibanding triwulan pertama tahun 2020 sebesar Rp 29,4 miliar.

“Menurunnya pajak sektor wisata karena gencarnya pembatasan saat pandemi Covid-19. Agar wisata segera bangkit pemerintah pusat melalui Kemenpar memberikan bantuan hibah bagi hotel dan resto sebesar Rp 7,6 miliar,” terang Punjul, Rabu (28/4/2021).

Muat Lebih

Punjul juga menjabarkan, di Kota Batu total ada 50 hotel dan 25 resto yang mendapatkan bantuan tersebut. Disamping itu, ia juga menyampaikan hasil laporan realiasi anggaran pendapatan dan belanja daerah Pemkot Batu sektor wisata antara lain pendapatan pajak hiburan yang masih terealisasi 10,87 persen atau Rp 3,3 miliar.

“Sementara targetnya Rp 30,7 miliar. Pendapatan tersebut di bawah dari realisasi pajak hotel mencapai 21,67 persen atau Rp 5,9 miliar dari target Rp 27,5 miliar serta pajak resto mencapai 28,03 persen atau Rp 4,2 miliar dari target Rp 15,1 miliar,” urainya.

Wakil Wali Kota Batu, Ir Punjul Santoso.

Dibandingkan dengan tahun lalu, lanjut Punjul, dari target Rp 39,9 miliar untuk pendapatan pajak hiburan terealisasi sebanyak 27,65 persen atau Rp 11 miliar. Selanjutnya, realisasi pajak hotel mencapai 30,49 persen atau Rp 12 miliar dari target Rp 39,5 miliar, dan pajak resto mencapai 31,72 persen atau Rp 6,4 miliar dari target Rp 20,3 miliar.

Selain itu, Punjul juga mengatakan, bahwa seharusnya di moment libur lebaran bisa dimaksimalkan untuk menggali potensi wisata. Namun, ia juga mencontohkan dampak dari kasus Covid-19 di India. Ia pun menekankan masyarakat atau siapapun tidak melanggar peraturan supaya tidak ada dampak yang lebih mengerikan dibandingkan dampak yang dirasakan pada saat ini.

“Sebenarnya moment libur lebaran bisa dimaksimalkan untuk menggali potensi di sektor wisata, akan tetapi adanya kebijakan larangan mudik dari pemerintah pusat untuk mencegah paparan virus harus dipatuhi meski dilematis. Toh semua demi kebaikan bersama,” tandas Punjul. (im)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *