Munculkan Batik Khas Batu, Disparta Dan Kadin Lakukan Kerjasama

  • Whatsapp
Ketua Kadin Kota Batu dan Kepala Disparta Kota Batu saat lakukan tanda tangan kerjasama.
banner 468x60

Kota Batu, inspirator.co.id – Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu berupaya mengembangkan potensi kerajinan Batik di kota wisata. Diharapkan Kota Batu bisa memiliki ciri khas batik tersendiri sehingga bisa dikenali secara luas. Untuk mewujudkan hal itu, Disparta Kota Batu telah menggandeng Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Kota Batu, untuk menggelar workshop dan kompetisi desain batik tahun 2021.

Diungkapkan, Kepala Disparta Kota Batu, Arief As Siddiq, bahwa tujuan diadakan kompetisi tersebut  untuk memunculkan batik khas Kota Batu. Selain itu, pengembangan batik di Kota Batu merupakan salah satu tugas dan fungsi Disparta Kota Batu.

Muat Lebih

“Disparta bertanggung jawab atas pengembangan ekonomi kreatif seperti produk UMKM yang salah satunya adalah batik. Bisa dipastikan nanti mampu memunculkan batik khas Kota Batu,” ungkap Arief, Rabu (17/3/2021).

Sementara dalam workshop kali ini, telah diikuti 100 peserta yang berasal dari Kota Batu. Arief juga mengatakan, upaya yang telah dilakukan bertujuan untuk mewadahi jiwa seni masyarakat Batu. Selain itu, harapannya bisa dijadikan corak yang cukup bagus, dan berbeda dari daerah lain.

“ Harapannya dari seniman itu ikon Kota Batu misalnya apel, sayur, bantengan, jaranan, dan sebagainya. Apalagi banyak potensi di desa/kelurahan yang bisa digali nanti dimunculkan menjadi corak luar biasa berbalut warna batik khas. Intinya kita akan mewadahi dan memfasilitasi seniman,” tegas Arief.

Dari geliat batik yang ada, Arief menambahkan, bahwa pihaknya akan memfasilitasi dengan cara  promosi melalui pameran-pameran atau outlet. Menurutnya, terlebih Kota Batu merupakan jujukan wisatawan, meski pandemi Covid-19 kunjungan masih nampak bagus.

“Itu merupakan angin segar karena iklim kunjungam wisatawan berpengaruh besar memaksimalkan potensi pelaku ekonomi kreatif terutama pengrajin batik. Sehingga mampu mengangkat kesejahteraan mereka,” imbuhnya.

Dikesempatan yang sama, Ketua KADIN Kota Batu, Endro Wahyu Widjoyono sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ia menilai Kota Batu sebagai jujukan wisata harus memiliki ikon terlebih batik. Apalagi, kerajinan batik juga memiliki nilai ekonomi, selain nilai seni yang dimiliki.

“Bisa dilihat pasar batik masih dikuasai daerah lain contoh dari Pekalongan, Madura, Solo, Yogyakarta, dan sebagainya. Dengan adanya batik bisa memunculkan kearifan lokal khas Kota Batu, sekaligus bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan,” ujarnya.

Seiring hal itu, Endro juga berpesan, agar seniman batik di Kota Batu harus memiliki semangat memajukan warisan leluhur nusantara. Tujuannya agar tidak tertinggal dari daerah lainnnya.

“KADIN memiliki akses di setiap daerah yang ada di Indonesia serta negara-negara. Pasti kita ikut membantu promosi dan memasarkannya seantero Indonesia hingga mancanegara,” serunya.

Bisa diketahui, Disparta dan KADIN juga menyepakati kerjasama dalam pengembangan dan pembinaan terhadap pelaku ekonomi kreatif serta mendorong pemasaran. (im)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *