Pantauan Dari Pesawat Cassa NC212i Pemkot Batu Terapkan Masa Transisi Usai Banjir Bandang

  • Whatsapp
Ketua tim percepatan, Punjul Santoso memaparkan pantauan dari Pesawat Cassa NC212i dan langkah selanjutnya.

inspirator.co.id – Masa tanggap darurat di Kota Batu pasca kejadian banjir bandang telah dinyatakan berakhir sejak Rabu (17/11/21). Selanjutnya masa transisi diberlakukan Pemkot Batu hingga dua pekan kedepan.

Disampaikan Ketua Tim Percepatan penangganan, Punjul Santoso, bahwa semua pihak kembali fokus bekerja untuk normalisasi mulai pembangunan rumah hingga normalisasi sungai. Kemudian, Lalu untuk para korban yang rumahnya terdampak banjir Pemerintah Kota Batu berencana mencarikan lahan.

Muat Lebih

“Total ada tiga rumah. Lalu, lima lainnya memutuskan untuk bangun rumah di lahan yang mereka miliki. Karena total rumah rusak yang tercatat oleh Pemkot Batu sebanyak delapan. Masa transisi ini ada lima rumah masih memiliki lahan lain,” terang Punjul yang juga menjadi Wakil Wali Kota Batu.

Ia kembali menjabarkan, akan ada tiga rumah yang bakal dibelikan tanah, tepatnya dibelakang rumah Kepala Desa Bulukerto. Keputusan ini diambil karena untuk regulasi tanah bengkok memakan waktu panjang.

“Nanti Pemkot Batu akan melobi pemilik tanah agar harga yang dapat dibeli bisa lebih murah. Mengingat rencana pembangunan rumah di lahan tersebut karena adanya kejadian banjir bandang. Hal ini juga perintah dari Presiden melalui Kementerian PUPR agar rumah yang hilang segera dibangun kembali,” terangnya.

Punjul juga merinci, harga tanah di lahan yang rencananya akan dibangun rumah seharga Rp 2 juta permeternya. Punjul mengatakan, saat ini Pemkot Batu belum memutuskan akan beli dalam ukuran berapa.

“Jika sekarang, harga tanah saat ini mahal. Namun rencananya akan dikasih harga lebih murah demi kebaikan masyarakat,” ujarnya.

Kemudian terkait normalisasi sungai sudah berjalan maksimal, lanjut Punjul, hasil pantauan dari pesawat udara menunjukan normalisasi terlihat mulai dari Desa Sumbergondo hingga Bulukerto. Pantauan udara ini dilakukan Punjul Santoso bersama Pangakalan Udara ABD Saleh.

“Kita juga antisipasi prakiraan BMKG terkait La Nina yang akan berlangsung hingga Februari. Sehingga jika nanti ada banjir, air bisa mengalir di sungai yang telah dinormalisasi ini,” tandasnya.

Sementara itu, Komandan Pangkalan Udara Abd Saleh Marsekal Pertama, Zulfahmi menguraikan pantauan dari atas saat menaiki Pesawat Cassa NC 212 i terbaru produksi PT Dirgantara Indonesia ia bersama rombongan juga bisa memotret dari udara kondisi hulu Kota Batu.

“Kami memantau aliran sungai untuk mendapatkan visualisasi kegiatan apa yang akan dilaksanakan ke depan. Terutama mulai bulan ini sampai Februari. Kami siap bantu untuk pantauan udara termasuk kegaitan lainnya eperti reboisasi,” urai Zulfahmi.

Pemkot Batu, lanjut Zulfahmi, sebelumnya pernah bekerjasama dengan Lanud ABD Saleh untuk memetakan kondisi hulu dari ketinggian 5000 meter. Zulfahmi membeberkan pesawat Cassa NC 212 i juga bisa terbang lebih tinggi dari 5000 meter. Ia juga mengatakan, pihaknya akan melakukan reboisasi yang difokuskan di kawasan yang minim lahan resapan.

“Pesawat bisa ambil gambar di ketinggian 5000 bisa, 1000 ribu juga bisa, tergantung kebutuhan. Bahkan pada akhir pekan ini, direncanakan akan dilakukan reboisasi oleh prajurit Divisi Infanteri 2 Kostrad bersama sejumlah pihak lainnya,” tutupnya.

Berdasarkan informasi dari laman resmi TNI-AU, https://tni-au.mil.id/kedatangan-satu-1-pesawat-cassa-terbaru-skadron-udara/, pesawat Cassa NC 212 i adalah pesawat multiguna generasi terbaru dengan daya angkut 28 penumpang, memiliki ramp door, kabin yang luas di kelasnya, sistem navigasi dan komunikasi yang lebih modern. Pesawat NC212 i dapat juga digunakan sebagai pembuat hujan, foto udara, dan lainnya. (im)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *