Pedagang Pasar Pagi Kota Batu Sudah Siap Menggelar Dagangan Di Stadion Brantas

  • Whatsapp
Pedagang pasar pagi sudah menata lapak dan siap beroperasi, Rabu (10/11/21).

Kota Batu, inspirator.co.id – Pedagang Pasar Pagi Kota Batu dipastikan besok pagi sudah bisa melakukan transaksi jual beli di dalam Stadion Brantas Kota Batu. Dijelaskan oleh Sekretaris Diskoperindag dan UMKM Kota Batu, Kaero Latif Setiawan, bahwa hari ini Rabu, (10/11/21) para pedagang pasar pagi sedang melakukan penataan lincak (meja jualan) didalam stadion Brantas.

“ya hari ini persiapan perpindahan pasar pagi, jadi semua pedagang sedang mengangkuti lincak, dan besok pagi sudah mulai berjualan. Sedangkan jumlah pedagang pasar pagi yang pindah kesini sejumlah 1097 pedagang,” jelas Latif, Rabu (10/11/21).

Muat Lebih

Diungkapkan pula oleh Latif, seiring perpindahan pedagang pasar pagi nantinya akan disusul dengan perpindahan pasar apel pada tanggal 13 ke pasar buah. Kemudian nanti akan disusul dengan zona – zona lainnya. Dia menambahkan, untuk lokasi parkir akan ditempatkan di settle ban (pinggir lapangan).

“Untuk sementara parkir pedagang dan pembeli akan ditaruh di settle ban. Kalau dengan posisi seperti ini, semua pedagang akan memiliki posisi yang strategis semua. Jadi semua akses pintu masuk stadion akan dibuka,” paparnya.

Sedangkan jam operasional pasar pagi, lanjut dia, dimulai pada jam dua belas malam hingga jam setengah delapan pagi. Selain itu, untuk fasilitas penunjang sudah dipenuhi semua, seperti aliran listrik, air, dan MCK atau kamar kecil.

“Fasilitas ini sudah semua, seperti listrik, air sudah kita cukupi, dan tambahan MCK atau kamar kecil sudah bisa difungsikan semua karena sudah dibenahi. Total ada 24 MCK disini,” tandasnya.

Sekretaris Dinas Koperasi Perindustrian, Perdagangan, dan Usaha Mikro Kecil Menengah, Kaero Latif Setiawan.

Sementara, ketua paguyupan pedagang pasar pagi, Rubiyanto menjelaskan, bahwa pihaknya sudah siap menjalani aktifitas jual beli di dalam stadion Brantas. Seiring hal itu , Rubiyanto mengaku cukup puas dengan lokasi yang didapatkan.

“yang jelas dengan teknik penataan seperti ini, saya yakin ini semua pendapat dari pedagang pagi merasa puas. Karena akses kemudahan pengunjung, disini semua sudah kami suguhkan. Jadi teknik penataan seperti ini, nantinya menjadi kunci ramai tidaknya pedagang. Ini merupakan kajian dan pemikiran para pengurus pedagang pasar pagi,” ujar Rubiyanto.

Disisi lain, dari relokasi pasar pagi ini terdapat keluhan dari Saturi yang sudah 15 tahun berprofesi sebagai kuli panggul. Ia menceritakan, penghasilan yang biasanya dia dapat dari bongkar pasang lincak (lapak) milik pedagang pasar pagi, dipastikan akan hilang. Pasalnya ditempat baru, lincak pedagang pasar pagi sudah menetap.

“Kalau kemarin dari pekerjaan saya bongkar pasang lincak bisa mendapatkan Rp 80 ribu dari 6 lincak yang saya pegang. Tapi sekarang lincak mereka sudah permanen. Ya mau gimana lagi, saya harus mencoba mencari peluang- peluang baru,” kata Saturi dengan nada pasrah.

Ditambahkan Saturi, dari pasar pagi terdapat rekan seprofesinya sejumlah kurang lebih 40 orang yang juga mengalami hal sama dengan dirinya. (im)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *