Pelaku Wisata Desa Pujon Kidul Terancam Gulung Tikar, Pemda Minim Kejelasan

  • Whatsapp
Subandi warga Desa Pujon Kidul salah satu pemilik tempat wisata di kawasan Cafe Sawah.

Malang, inspirator.co.id – Pelaku wisata di Desa Pujon Kidul terancam gulung tikar karena kejelasan dari Pemerintah Daerah tak kunjung ada. Keberadaan Café Sawah yang berada di Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, diakui sudah menjadi primadona sebagai Desa Wisata yang mampu mengangkat perekonomian.

Namun, semenjak ditutup pada penerapan PPKM, kondisi tersebut berangsur memudar karena saat ini, café sawah tak kunjung bisa buka. Diungkapkan Pemilik café lumintu yang berada didalam kawasan Café Sawah, Subandi, bahwa dirinya sebagai pelaku wisata dibuat binggung dengan kebijakan Pemerintah Daerah, terkait kejelasan kapan dibukanya Café Sawah.

Muat Lebih

“Selama 3 bulan lebih kita diminta tutup. Tapi sampai sekarang belum ada kejelasan maupun informasi bisa dibuka kembali. Padahal kalau kita lihat di Kota Batu ada wisata dengan ruang terbuka masih bisa buka. Tapi di wilayah Kabupaten Malang yakni Desa Pujon Kidul yang sama- sama wisata ruang terbuka belum bisa buka?,” beber Subandi, Sabtu sore (9/10/21).

Belum lagi, lanjut dia, sebanyak 23 orang yang ikut bekerja ditempatnya terpaksa harus diliburkan. Belum lagi, dirinya juga semakin cemas melihat kondisi karyawannya yang mengalami kesulitan ekonomi akibat wisata Desa Pujon Kidul belum bisa buka.

“Ya kita binggung, disatu sisi saya tak tega melihat kondisi karyawan saya yang terpaksa libur gak ada pemasukan, sementara kami tidak ada pemasukan dan tetap harus melakukan biaya perawatan. Hidup ditempat wisata itu kan berat. Kalau tidak ada edukasi kan kesannya jelek, jadi saya terus melakukan edukasi untuk menjaga eksistensi wisata disini,” terangnya.

Seiring hal itu, Subandi meminta ada kejelasan dari Pemerintah Daerah, kapan Café Sawah bisa dibuka? Kalau harus ada syarat semisal penerapan pembatasan pengunjung maupun pengunaan aplikasi peduli lindungi, dirinya menyatakan siap untuk mengikuti.

“Saya juga sudah vaksin, kalau harus pakai aplikasi Peduli Lindungi saya siap. Yang saya tanyakan kapan tempat ini bisa buka kembali. Semenjak ditutup tidak ada informasi apa-apa dari pemerintah, cuman diawal saya dapat WA dari kepala desa yang isinya diminta untuk tutup sementara. Dan selanjutnya tidak ada informasi lagi,” tandasnya.

Selain itu, Subandi mengaku harus rela menanggung beban oprasional perawatan, belum lagi beban angsuran kepada pihak bank yang dananya sebagai modal investasi obyek wisata miliknya. Ia menyebutkan, kalau kondisi semacam itu tak kunjung selesai maka dirinya terpaksa akan menjual tempat usahanya tersebut.

“Ya kalau terus-terusan seperti ini kondisinya, jujur saja kami tidak kuat. Bisa jadi semua tempat wisata milik saya ini akan saya jual,” keluh Subandi.

Oleh karena itu, ia berharap pada pemerintah untuk bisa memberikan solusi, apalagi pelaku wisata di Café Sawah mayoritas penduduk Desa Pujon Kidul. (im)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *