Pengembang Didenda Rp 4,6 Juta Perhari Karena Molor Kerjakan Tempat Relokasi Pedagang Pasar Kota Batu

  • Whatsapp
Pengerjaan tempat relokasi bagi pedagang pasar besar Kota Batu dipastikan Pengembang Didenda Rp 4,6 Juta.

Kota Batu, inspirator.co.id – Molornya pengerjaan tempat relokasi untuk pedagang pasar besar Kota Batu, pihak rekanan bakal kena denda Rp 4,6 juta perhari. Sesuai masa kontrak, proyek relokasi yang dikerjakan oleh Mahakarya Abadi asal Lumajang tercatat berakhir pada tanggal 24 November 2021.

Hal ini disampaikan Kepala Diskumdag Kota Batu, Eko Suhartono, bahwa pihak pengembang melewati batas kontrak pengerjaan dan akan didenda Rp 4,6 juta per hari. Atau denda 1/1000 dari nilai kontrak Rp 4,7 miliar.

Muat Lebih

“Untuk pengerjaan relokasi telah melewati masa kontrak yang berakhir 24 November kemarin. Kami lakukan perpanjangan beberapa hari saja, paling tidak tiga sampai empat hari. Karena melewati masa kontrak maka pengembang dendanya 1/1000 dari kontrak,” ujar Eko, Jumat (26/11).

Eko meyakini, dengan tambahan waktu tersebut maksimal dalam empat hari kedepan proyek itu akan selesai. Ia menyebutkan, bahwa saat ini pengerjaan tempat relokasi berjalan 60-70 persen.

“Sembari menunggu pengerjaan relokasi selesai. Kami juga sudah rapat dengan pengurus tiap zonasi untuk memikirkan persiapan penempatan. Nantinya (untuk relokasi.red) masing-masing zonasi dibebaskan untuk menempati relokasi apakah dengan dilotre atau musyawarah,” ujarnya.

Ia menambahkan, ketika pedagang akan menempati tempat relokasi, pedagang sudah tahu posisinya. Sehingga ketika sudah diserahterimakan, masing-masing pedagang langsung menempati.

“Prediksi saya diakhir November itu pedagang sudah bisa mulai relokasi. Relokasi nanti dilakukan bertahap atau ada jeda waktu,” tambahnya.

Sementara, untuk lelang barang milik daerah berupa satu paket bangunan Pasar Besar Kota Batu yang telah dimenangkan Arman Riyadi dan memiliki nilai tawar tertinggi yakni Rp 2,1 miliar. Diungkapkan Eko, pihaknya tinggal menunggu pelunasan dari jumlah jaminan sekitar Rp 298 juta.

“Lelang (perataan.red) Pasar Besar Kota Batu dari hasil koordinasi dengan bidang aset diberi waktu sampai 29 November untuk pelunasan kekurangan. Senin (29/11/21) depan baru kami koordinasi supaya program ini bisa berjalan dengan baik,” tandasnya.

Diwaktu lain, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Batu, M. Chori menerangkan, bahwa hasil dari pembahasan saat proses lelang di KPKNL Malang, pedagang boleh membawa pintu bedak berupa rollingdoor.

“Sesuai perjanjian saat lelang, pemenang lelang tidak boleh melibatkan barang-barang yang dibawa secara mandiri oleh para pedagang. Jadi yang dilelang adalah aset milik negara saja. Untuk rolling door, dan peralatan yang merupakan barang pribadi milik pedagang boleh dibawa pulang,” singkatnya. (im)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *