Perda RTRW Kota Batu Dipertanyakan, DPRD Dipertanyakan Komitmennya

  • Whatsapp
Nawakalam Gemulo saat melakukan audensi dengan DPRD Kota Batu, Komisi C. Senin, (15/3/2021).
banner 468x60

Kota Batu, inspirator.co.id – Nawakalam Gemulo datangi gedung DPRD Kota Batu untuk mempertanyakan komitmen anggota DPRD Kota Batu terkait perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang belum ada progresnya. Diungkapkan oleh Haris salah satu anggota Nawakalam Gemulo, bahwa audensi yang dilakukan terkait hari air untuk penyelamatan lingkungan, serta menanyakan sejauh mana posisi Perda tata ruang di Kota Batu.

“Kita ingin tahu, dan memastikan bahwa Perda tata ruang ini berpihak pada lingkungan. Contoh dari hal kecil saja, bahwa disekitaran sumber mata air yang dulunya dalam Perda adalah sebagai kawasan lindung setempat, tapi diperubahan Perda, itu tidak bertuliskan lagi kawasan lindung setempat,” ungkapnya, Senin (15/3/2021).

Muat Lebih

Haris juga menyampaikan, kehadirannya tersebut juga bertujuan untuk memberikan masukan kepada para pengambil kebijakan diantaranya, untuk bisa mempertimbangkan nilai ekonomi sekaligus ekologisnya. Selain itu, kehadiran mereka dalam rangka menyambut Hari Air Sedunia (HAS).

“Dalam melakukan perubahan Perda tata ruang ini, harus mengedepankan aspek lingkungan. Karena lingkungan ini adalah sebagai warisan untuk generasi berikutnya. Apalagi setelah melihat kondisi lingkungan di Kota Batu sampai saat ini, banyak wilayah atau kawasan lindung berubah menjadi kawasan industri. Itu sangat memprihatinkan,” beber dia.

Seiring hal itu, pihaknya berharap ada nilai ekologis yang dikedepankan, selain nilai ekonominya saja. Menurut dia, Kota Batu sangat gencar dalam promosi wisata, baik buatan, maupun alam, dan lahan yang dipakai ada yang merupakan lahan milik Perhutani. Haris juga menyarankan, agar pihak Perhutani turut menjaga, dan tidak mudah percaya begitu saja.

“Apakah ada sorotan ke Perhutani terkait mudahnya jalin kerjasama membuka lahan tersebut. Kita ingatkan, ketika hal itu menyalahi aspek lingkungan. Intinya, ketakutan kami jika kondisi lingkungan ini berubah, ketika kita tidak peduli pada lingkungan itu sendiri,” tandasnya.

Sementara kehadiran aktifis lingkungan tersebut juga disambut baik oleh anggota DPRD Komisi C. Namun disatu sisi juga diungkapkan Ketua Komisi C, DPRD Kota Batu, Khamim Tohari, bahwa pihak Bappeda sangat sulit menghadiri undangan terkait pembahasan tentang lingkungan.

Padahal, menurut Khamim, kehadiran mereka tujuannya baik untuk menyelamatkan lingkungan dari penyalahgunaan. Selain itu, mereka hadir untuk melakukan diskusi terkait masalah Perda RT/RW Kota Batu. Khamim juga mengungkapkan, Perda tersebut saat ini masih berada di Provinsi Jatim.

“Kami pun tidak akan tinggal diam, dan kami sempat menanyakan kenapa masih lama. Dan jawabnya karena urgent faktor pandemi, kemudian karena banyak daerah yang memasukan Perda dan harus menunggu,” beber Khamim.

Seiring hal itu, Khamim juga berjanji bahwa pihaknya akan terus mengawal Perda tersebut. Tujuannya, untuk melindungi masyarakat agar lingkungan Kota Batu tetap terjaga. Hal tersebut, lanjut Khamim, pihaknya sering membuktikan dengan melakukan sidak bangunan yang berada dilahan hijau, dan ada yang dilakukan penutupan.

“Terkait persoalan itu, dalam waktu dekat bakal dilakukan hearing bersama. Jika Perda ini nanti tidak sesuai aturan dan aspirasi masyarakat, bisa jadi kita lakukan perubahan lagi, sebelum Perda ini di sahkan akan kita ulas lagi,” tutupnya. (im)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *