Permintaan Mentri PUPR Merelokasi Warga Yang Tinggal Di Bantaran Sungai Bakal Direalisasikan Wali Kota Batu

  • Whatsapp
Dalam kunjungannya, Mentri PUPR juga menyampaikan permintaannya pada Wali Kota Batu, Kamis (11/11/21).

Kota Batu, inspirator.co.id – Seiring kehadiran Mentri PUPR, Mochamad Basuki Hadimuljono di Dusun Sambong, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, beberapa langkah penanganan sekaligus sebagai antisipasi telah dicetuskan. Menariknya, Basuki Hadimuljono meminta masyarakat yang berada di bantaran sungai untuk direlokasi, dan akan dibuatkan rumah oleh Kementrian PUPR.

Terkait permintaan itu, Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko turut diminta untuk menyediakan lahan sebagai tempat relokasi. Permintaan itu sendiri, juga disambut baik oleh Bude sapaan akrab wali kota. Ia segera berkoordinasi dengan Camat, dan Kepala Desa untuk memakai sebagian tanah kas desa untuk tempat relokasi.

Muat Lebih

“Regulasi dan segalanya akan kami siapkan, yang hancur dan hanyut itu ada 8. Tetapi, pak Mentri menyampaikan bahwa rumah warga yang ada disekitar harus direlokasi, dan nantinya akan didata lagi oleh pak Kades, pastinya berapa kita belum monitor,” terang Bude usai mendampingi Mentri PUPR kunjungan di lokasi banjir bandang, Kamis (11/11/21).

Ia juga menyampaikan, untuk warga Bulukerto yang tinggal di bantaran sungai akan direlokasi di kawasan Desa Bulukerto yang dinilai lebih aman. Seiring hal ini, Bude akan mengajak kepala desa, Camat, dan tokoh desa untuk sosialisasi. Tujuannya, agar warga memahami dan sadar akan tujuan dilakukannya relokasi.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko usai mendampingi kunjungan Mentri PUPR.

“Nanti kami tentu bersama kades, camat, dan tokoh desa untuk bisa menyampaikan ini, memahamkan agar warga yang harus direlokasi itu mengerti, paham dan dengan sadar mau direlokasi. Karena semua yang direlokasi berpotensi terkena bahaya, dan ini harus direlokasi,” jelas Bude.

Selain itu, Bude juga menyampaikan di kawasan Desa Bulukerto fasilitas yang perlu dilakukan perbaikan utamanya pada jembatan saja. Sementara, terkait anak- anak yang sekolahnya terganggu akan mendapatkan pendampingan dari dinas pendidikan.

“Nanti dindik juga memberikan pendampingan khusus terhadap anak yang sekolahnya terganggu. Pertama kita tidak mengharuskan sekolah karena sikon (situasi dan kondisi). Kemudian ada trauma healing dulu, sehingga KBM gabisa langsung,” tandasnya. (im)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *