Pra-Musrenbang Kecamatan Junrejo Masih Didominasi Infrastruktur, Anggota DPRD Ungkap Persoalan Sampah

  • Whatsapp
Pra Musrenbang dilakukan di Pendopo Prajaseto, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.
banner 468x60

Kota Batu, inspirator.co.id – Kegiatan Pra Musyawarah Rencana Pembangunan (Pra-Musrenbang) Tingkat Kecamatan Junrejo, diketahui masih didominasi persoalan infrastruktur. Namun kali ini, persoalan sampah turut menjadi bahasan menarik dalam rapat yang digelar di Pendopo Prajaseto, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Kamis (18/02).

Kegiatan Pra Musrenbang secara langsung dibuka oleh Camat Junrejo, Dian Saraswati, SE, MM., dan bertindak sebagai moderator yakni, Sekretaris Camat Junrejo, Heri Wibowo Laksono, S.STP. Disebutkan olehnya, bahwa untuk usulan dari masing-masing desa atau kelurahan tadi yang dia rangkum, nantinya akan dipilah-pilah menjadi skala prioritas.

Muat Lebih

“Kebanyakan usulan dari masing-masing desa atau kelurahan masih di bidang infrastruktur, pembangunan fisik dan ini baru pra musrenbang menampung seluruh pengajuan-pengajuan dari desa atau kelurahan, mana-mana yang perlu kita prioritaskan,” jelas Heri.

Seiring hal itu, pihaknya berharap nantinya akan ada musrenbang dan penetapan yang akan menjadi program pembangunan yang direalisasikan di tahun 2022. Sementara, menurut Wakil ketua DPRD Kota Batu, Sampurno dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa sampah sekarang sudah menjadi permasalahan yang perlu segera diselesaikan di Kecamatan Junrejo.

“Mohon perhatian, kita harus mulai memikirkan sampah karena ternyata sampah ini tidak hanya menjadi permasalahan masyarakat yang ada di kota saja, namun sudah melanda di kecamatan seperti Kecamatan Junrejo,” ungkapnya.

Lebih lanjut menurut Sampurno bahwa sampah masih menjadi masalah klasik yang harus mendapat perhatian khusus baik dari pemerintah, swasta maupun masyarakat. Menurut Politisi dari Dapil Junrejo ini menyimpulkan, bahwa mayoritas sampah yang dihasilkan dari masyarakat merupakan sampah rumah tangga yang tersebar disejumlah desa atau kelurahan.

“Masyarakat membuang kerap sampah sembarangan di sungai atau pinggir jalan. Tumpukan sampah menggunung di sungai menganggu aliran air. Hal ini menjadi salah satu pemicu terjadinya banjir selama musim penghujan. Pengelolaan sampah dengan konsep 3R (reuse, reduce dan recycle) dapat dijadikan solusi dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup” tuturnya. (im)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *