Rapat Evaluasi PPKM Mikro Tahap V, Minggu Pertama Kota Batu Capai Kesembuhan Hingga 90 Persen

  • Whatsapp
Wali Kota Batu bersama jajaran terkait melakukan rapat evaluasi secara daring.
banner 468x60

Kota Batu, inspirator.co.id – Memasuki awal puasa Ramadhan rapat evaluasi Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Tahap V digelar secara virtual di gedung Rupatama Balaikota Among Tani, Selasa (13/04).

Wali Kota Batu, Hj Dewanti Rumpoko, dalam rapat ini menyampaikan bahwa di Kota Batu dalam minggu pertama menunjukkan angka kesembuhan mencapai 90%.

Muat Lebih

“Dibandingkan PPKM Mikro 1, 2, 3 dan 4, PPKM Mikro tahap ke-5 menunjukkan penurunan trend pasien terkonfirmasi positif, kesembuhan rata-rata 2 orang perhari dengan persentase 90%,” terang Dewanti dalam rapat tersebut.

Meski begitu, Dewanti juga menyebutkan Adanya angka kematian 2 kasus yang terkonfirmasi positif dalam beberapa hari terakhir di Desa Sumberbrantas. Dengan demikian  menyebabkan zona kuning di Kota Batu mengalami penambahan.

“Zona kuning mengalami penambahan dari yang sebelumnya di PPKM 4 ada 11, sekarang bertambah 1 menjadi 12 dan angka zona hijau saat ini 1.126,” urai Dewanti.

Seiring hal itu, dalam mengatisipasi penambahan kasus di Bulan Suci Ramadhan, Pemkot Batu telah mengimbau kepada seluruh desa/kelurahan untuk memperketat dan memantau pemberlakuan protokol kesehatan di masjid dan musholla.

“Kami telah berkoordinasi dengan kepala desa dan lurah di Kota Batu untuk memantau masjid dan musholla yang melakukan kegiatan tarawih dan tadarus,” ungkap Wali Kota Batu.

Sementara untuk persiapan lebaran, Pemkot Batu telah memprogramkan vaksinasi bagi pelaku usaha di Kota Batu. Sedangkan untuk pendatang yang ke Kota Batu dihimbau untuk menunjukkan hasil vaksinasi dan rapid antigen.

Upaya yang dilakukan Pemkot Batu juga mendapat apresiasi dari Asops Kodam V Brawijaya, Kolonel Inf Handoko Prasetyo atas antisipasi yang dilakukan Pemkot Batu untuk menekan penambahan kasus.

“Kami mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan untuk antisipasi dalam bulan suci ramadhan dan arus mudik. Pengurangan zona hijau bisa diantisipasi kedepannya agar bisa berkurang lagi,” terang  Handoko.

Dengan demikian Asops Kodam V Brawijaya memberikan himbauan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan selama pelaksanaan ibadah di bulan suci Ramadhan.

“Mengintensifkan pembersihan masjid dan musholla, menggunakan sajadah masing-masing saat tarawih dan tidak melaksanakan sahur on the road,” himbaunya. (bs)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *