Relokasi Pedagang Pasar Besar Kota Batu Menyerap Anggaran Besar, Pedagang Merasa Belum Nyaman

  • Whatsapp
Pihak rekanan tampak sedang melakukan proses pembangunan.

Kota Batu, inspirator.co.id – Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Batu tengah menjalankan perencanaan relokasi pedagang pasar besar Kota Batu di kawasan parkir Stadion Brantas. Diketahui dalam pembangunan Diskumdag menganggarkan Rp. 4.763.080.091 untuk membangun 1191 kios semi permanen.

Kepala Diskumdag Kota Batu, Eko Suhartono menerangkan jika kios relokasi berukuran 2×2 meter dengan bahan kalsibot dan beratap galvalum. Rencananya pedagang bakal dipindahkan ke kios semi permanen tersebut pada bulan Oktober mendatang.

Muat Lebih

“Jadi di Barat Stadion Brantas bakal ditempati kios dan los untuk pedagang sembako, pakaian, dan sebagainya. Lalu kawasan Stadion Brantas ditempati PKL Pasar Pagi. Untuk tempat parkir berada di bekas Pasar Parkiran atau Jalan Sultan Agung,” terangnya.

Ia menambahkan, untuk pedagang apel ditempatkan di Pasar Sayur tidak di tempat relokasi. Tujuannya, untuk memberi kemudahan dan pelayanan kepada para pedagang, dan pemerintah menggratiskan biayanya.

“Bahkan beban air dan listrik juga bakal ditanggung. Semua demi kenyamanan para pedagang yang tengah direlokasi,” ujarnya.

Proyek relokasi yang dikerjakan pihak rekanan dari CV Mahakarya Abadi dengan waktu pelaksanaan 90 hari tersebut, juga mendapat penilaian dari pedagang pasar besar Kota Batu. Pedagang mengeluhkan akses, dan ukuran kios relokasi yang sekarang tengah dibangun. Salah satu pedagang, Faiz mengutarakan bila pihak dinas tidak memikirkan konektivitas antara pembeli dan penjual.

“Belum lagi bedak yang hanya berukuran 2×2 meter persegi. Itu merupakan keputusan sepihak dari dinas, selama ini pihak Pemkot Batu cenderung kurang komunikasi dengan kami para pedagang,” keluhnya, Rabu (8/9/2021).

Faiz menilai, pembeli bakal kesulitan ketika hendak membeli kebutuhan pokok setelah berbelanja buah dan sayur karena relokasi pasar dengan tempat parkir yang berada di Jalan Sultan Agung bekas Pasar Parkiran terlalu jauh.

“Meski dipindah harusnya pemerintah memikirkan bagaimana agar bisa mendukung atau menciptakan lingkungan aktivitas ekonomi yang baik. Kondisi ini semakin buruk karena kios terlalu kecil, bagaimana caranya menyimpan stok atau menata barang dagangan,” urainya.

Keadaan tersebut dinilai akan memberatkan pedagang, apalagi para pedagang bakal menempati kios relokasi selama kurang lebih 1 tahunan sembari menunggu pembangunan Pasar Besar rampung.

“Ini hajat hidup orang banyak, ketika kami lapar tidak mungkin perut kami bisa disemayani untuk makan besok atau lusa. Terlebih sekarang pandemi, perekonomian dalam keadaan lesu-lesunya” keluhnya.

Menanggapi keluhan pedagang, anggota Komisi B DPRD Kota Batu, Fahmi Alkatiri mengharuskan dinas lebih peka dan memperhatikan kenyamanan para pedagang. Sehingga tidak menimbulkan masalah kemudian hari apalagi mereka bakal menempati relokasi lumayan lama.

“Semua harus betul diperhatikan, ini nampak belum ada penampungan air ketika hujan turun. Khawatirnya kalau hujan deras, tentu menganggu aktivitas pedagang bisa-bisa banjir nanti,” ujar Fahmi.

Kemudian, lanjut Fahmi, bagaimana penataan pipa, listrik, dan sebagainya. Terlebih ukuran bedak sangat kecil sehingga tidak memungkinkan untuk aktivitas jual beli. Bagaimana mereka menata dagangannya?

“Misalnya menyimpan stok atau memajang barang yang akan ditawarkan untuk pembeli. Makanya perlu banyak musyawarah melibatkan pedagang untuk mencari solusi,” tutupnya. (im)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *