Roasting Kopi Vanderman Asal Kota Batu Semakin Diminati Perhotelan Hingga Ke Luar Daerah

  • Whatsapp
Berkarakter : Galih saat menunjukan roasting kopi vanderman hasil produksinya, Kamis (16/1).
banner 468x60

Kota Batu, inspirator.co.id – Sebuah rasa dan aroma yang pas yang ditawarkan kopi vanderman buat pecinta kopi, dan layak untuk dicoba. Di kota Batu sendiri, diketahui banyak sekali potensi pertanian kopi. Namun, sebagian orang masih belum faham bagaimana cara mengolah kopi, agar bisa dinikmati dengan rasa yang didapat, sama dengan olahan café besar atau café ternama yang ada.

Seperti yang digeluti Pratama Galih Anantha, warga asal Kelurahan Songgokerto, Kota Batu, yang sudah lama menjalani bisnis kopi. Ia mengaku, awalnya hanya sebatas menjual kopi bubuk (serbuk kopi) tanpa disertai kemasan dan varian atau berbagai jenis rasa kopi. Namun, berbekal ilmu dan pengalaman di pangsa pasar, ia pun mengembangkan bisnisnya dengan mengolah kopi seperti roasting kopi untuk mendapatkan karakter rasa kopi yang ia pasarkan.

Muat Lebih

“ Dengan cara di roasting dan kita kasih kemasan yang menarik dengan label Kopi Vanderman, ternyata kopi ini sudah memiliki banyak peminat. Karakter rasa yang ada pada kopi vanderman inipun bisa menembus pangsa pasar dan bisa masuk ke beberapa hotel yang ada di Kota Batu, dan keluar daerah,” terang, Galih pada inspirator.co.id, kamis (16/1).

Diceritakan Galih, awalnya ia bekerjasama dengan pihak petani kopi di Kota Batu, yang diantaranya ada  didaerah Gunung Mujur, Gunung Arjuno, dan Gunung Panderman. Dari situlah ada beberapa petani yang masih belum mengerti pengolahan dari glodongan (Pengupasan kulit buah merah) sampai menjadi green bean. Untuk itu, ia pandu sampai mereka bisa produksi sampai bisa jadi green bean.

“ Sudah dua tahun lebih menjalani produksi kopi, namun untuk kemasan dan pemberian merk masih tergolong baru, masih sekitaran kurang lebihnya dua bulan. Saat ini saya melakukan selling product kepada seluruh warung kopi yang ada di wilayah Kota Batu dulu, selain itu pemasaran juga saya lakukan dengan sistem online,” beber, Galih.

Galih juga mengakui adanya kendala untuk bahan baku produksi, dengan meningkatnya konsumen. Ia pun terus berusaha untuk mencari petani kopi yang bisa diajak kerjasama. Mengingat kebutuhan produksi dalam 1 bulan mencapai 3 sampai 4 kwintal, yang bisa menghasilkan sekitar 400 pack atau bungkus.

“Untuk bahan baku produksi selama 3 bulan mendatang masih tercukupi. Namun, untuk target dalam 3 bulan mendatang harus bisa produksi sebanyak 1 ton. Oleh karena itu, saya terus mencari petani kopi yang bisa diajak kerjasama,” ungkapnya.

Untuk diketahui, produksi kopi asal Kota Batu ini terdapat 4 varian produk, diantaranya Nuswantara Robusta 250 gr Rp.17.500, dan 500 gr Rp.30.000, Vanderman Robusta 250 gr Rp.20.000, dan 500 gr Rp.35.000. sedangkan Vanderman Arabica 250 gr seharga Rp.40.000, dan 500 gr Rp.70.000, serta harga Vanderman Houseblend 500 gr Rp.60.000. (im/zl).

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *