Sosialisasi Pencegahan Pungutan Liar Jukir Diminta Memberikan Karcis

  • Whatsapp
Wakil Wali Kota Batu memberikan rompi saat Sosialisasi Pencegahan Pungutan Liar, Rabu (24/11/21).

Kota Batu, inspirator.co.id – Dalam Kegiatan Sosialisasi Pungutan Liar pada sektor parkir disampaikan Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso, bahwa Retribusi parkir tahun 2021 di Kota Batu tidak mencapai target. Disebutnya, sampai bulan November tercatat hanya masuk Rp 400 juta dari target awal Rp 900 juta.

Punjul menilai, hal tersebut bisa disebabkan karena adanya kebocoran, salah satunya seperti adanya dugaan punggutan liar. Kemungkinan lain dikarenakan adanya Jukir yang tidak memberikan karcis yang sudah disediakan Pemkot Batu.

Muat Lebih

Perlu diketahui target pendapatan restribusi sebelumnya sebesar Rp 8,5 miliar. Disinggung terkait hal ini, Punjul Santoso membantah besaran nilai tersebut. Ia menyampaikan, target tersebut sudah disesuaikan karena sekarang masuk masa pandemi. Punjul juga menegaskan, tidak tercapainya target karena kurangnya sosialisasi dan komunikasi.

“Bukan pungli atau kebocoran, yang tidak maksimal itu sosialisasinya. Maksudnya sosialisasi agar para jukir selalu memberikan karcis kepada para pengendara,” tegas Punjul usai giat sosialisasi, Rabu (23/11/2021).

Wakil Wali Kota Batu ini juga menjabarkan minimnya pendapatan dari retribusi parkir tersebut sudah diatensi oleh KPK RI. Makanya Pemerintah Kota Batu terus menerus menggelar sosialisasi kepada jukir agar memahami, dan sadar jika mereka adalah tulang punggung Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Padahal Kota Batu memiliki 400 titik parkir yang potensial. Misalnya parkir yang berada di pusat keramaian, salah satunya Alun-alun Batu. Belum lagi titik potensi lain seperti di depan rumah makan dan sebagainya. Jangan sampai itu muspro hanya gara-gara oknum jukir tanpa karcis. Kalau fair, karcis pasti juga sudah habis,” paparnya.

Seiring hal itu, Punjul memberikan pesan kepada Dinas Perhubungan Kota Batu untuk disiplin melakukan penertiban. Selain itu, pihaknya akan menggandeng Aparat Penegak Hukum (APH) karena permasalahan ini sudah jadi semacam lagu lama.

“Tahap awal saya perintahkan Dishub memutakhirkan data jukir yang ada di Kota Batu. Nanti mereka akan diberi seragam resmi lengkap dengan nama dan nomor call center,” tandasnya.

Dikesempatan sama, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batu, Imam Suryono menjelaskan dengan tercantumnya call center di rompi jukir bisa memberikan kemudahan masyarakat untuk melapor jika ada jukir curang.

”Jadi nanti kalau tidak pakai rompi ya bukan jukir dari kami. Kalau tidak diberi karcis, bisa langsung hubungi nomor call center untuk bisa kami tindak tegas. Jadi jika masih ditemui jukir curang maka bisa ditindak hukum,” paparnya.

Ia menambahkan, Dishub sendiri telah menganggarkan pembuatan seragam dan lampu parkir Rp 88 juta dan alat pemindai karcis parkir berhologram sekitar Rp2,5 juta pada tahun 2022 mendatang. Upaya tersebut kita lakukan agar PAD bisa mencapai target.

“Pesan saya jukir harus memberikan karcis. Selain itu tugasnya jangan hanya menjaga dan memungut uang saja, tapi juga penolong. Jangan hanya nyemprit dari jauh saja,” pungkasnya. (im)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *