Wali Kota Batu Kukuhkan Tim TPAKD Yang Dapat Mendukung Strategi SNKI

  • Whatsapp

Kota Batu, inspirator.co.id – Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Batu telah dikukuhkan oleh Wali Kota Batu, Dra Hj Dewanti Rumpoko, Kamis (8/4/2021) malam. Tim TPAKD diantaranya Pemkot Batu, regulator, akademisi, OJK, BI, perbankan dan jasa layanan keuangan.

Dewanti yang menjadi pembina tim TPAKD menjelaskan bahwa, kolaborasi ini membentuk sebuah program kerja yang dapat mendukung pelaksanaan strategi nasional keuangan inklusif (SNKI). Hal tersebut diorientasikan, utamanya dalam hal percepatan akses keuangan di daerah serta pencapaian target inklusi keuangan sebesar 90 persen di akhir tahun 2024.

Muat Lebih

“Pembentukan tim ini dilatarbelakangi upaya untuk mendorong peningkatan kontribusi sektor jasa keuangan formal terhadap ekonomi produktif. Melalui pemberdayaan UMKM, pengembangan ekonomi daerah, dan penguatan sektor ekonomi prioritas,” jelas Dewanti dalam sambutannya.

Pemkot Batu dapat meningkatkan ketersediaan akses yang seluas-luasnya bagi masyarakat, lanjut Dewanti, mendorong peningkatan peran industri jasa keuangan terhadap perekonomian daerah, serta mencari terobosan dalam membuka akses keuangan yang lebih produktif bagi masyarakat di Kota Batu.

“Dengan dibentuknya TPAKD, diharapkan dapat menjadi forum koordinasi antar instansi dan pemangku kepentingan terkait. Untuk meningkatkan percepatan akses keuangan di Kota Batu dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera,” ungkap dia.

Dewanti menambahkan, pembentukan TPAKD di Kota Batu dirasa penting untuk akselerasi akses keuangan, khususnya akses pembiayaan yang lebih mudah dan terjangkau. Selain itu, tim tersebut  dapat mendorong penurunan tingkat kemiskinan dan mempersempit jurang ketimpangan pada masyarakat di Kota Batu.

Dikesempatan yang sama, Kepala OJK Regional 4 Jatim, Bambang Mukti Riyad menjabarkan, TPAKD merupakan sinergi antara OJK dengan Pemda serta pemangku kepentingan lainnya. TPAKD telah terbentuk sejak 2016 lalu di Jawa Timur dan sudah ada 10 kabupaten/kota yang telah dibentuk.

Ia menyebutkan, seperti Kota Batu dibentuk pada 2020 lalu, namun baru dikukuhkan pada 8 April 2021. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang dilakukan OJK pada tahun 2019, saat ini tingkat literasi nasional sebesar 38,03 persen dan inklusi nasional sebesar 76,19 persen. Sementara untuk di Jawa Timur tingkat literasi sebesar 48,95 persen dan inklusi sebesar 87,96 persen.

“Dengan dibentuknya TPAKD, diharapkan peningkatan literasi dan inklusi keuangan daerah dapat dipercepat sehingga mampu mendorong kesejahteraan masyarakat di seluruh daerah khususnya Jawa Timur,” harap Bambang.

TPAKD Jawa Timur ditahun 2021 akan fokus dalam upaya mendukung Jawa Timur menjadi regional ekonomi syariah terbesar di Indonesia. Melalui program pendampingan dan pembiayaan UMKM, program penyediaan akses keuangan, dan program pemanfaatan sumber pembiayaan alternatif pasar modal dan IKNB.

“Sinergi yang dibangun antar TPAKD Provinsi dan Kabupaten/kota di Jawa Timur akan mampu mempercepat dan memberikan hasil yang optimal dalam pencapaian tujuan,” tandasnya. (bs)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *