Warga Minta Pembangunan Villa Dihentikan Pasca Pekerjanya Ada Hasil Reaktif Dari Rapid Test

  • Whatsapp
Dihentikan : Perumahan Taman Harmoni dihentikan proses pembangunannya, dan para pekerja dipulangkan ke rumahnya masing masing.

Batu, inspirator.co.id – Warga Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, ramai ramai mendatangi perumahan taman harmoni yang terletak di Dusun Kajang, RW 04. Warga menuntut proses pembangunan villa tersebut dihentikan sementara. Pasalnya, pembangunan terus berlangsung ketika salah satu pekerja pembangunan villa di kawasan sekitar diketahui sakit pada Rabu kemarin (29/4) dan memiliki hasil reaktif pasca rapid test.

“Tadi ada sekitar 15 warga yang melarang pekerjaan diteruskan, terlebih disini juga ada sekitar 83 pekerja dan tetap melakukan aktifitas walaupun salah satu rekannya tengah sakit,” terang Kepala Desa Mojorejo Rujito kepada awak media. Ia mengungkapkan pihaknya baru berhasil memulangkan para pekerja sekitar pukul 16.00 WIB pasca berkomunikasi dengan mandor pekerja disana.

Muat Lebih

Rujito juga membeberkan 83 pekerja tersebut banyak didominasi oleh warga dari Pasuruan sedangkan beberapa diantaranya berasal dari Batu, Ngantang, dan Karangploso. Ia juga bersepakat bahwa pekerjaan pembangunan villa tersebut akan dihentikan sampai lebaran Idul Fitri.

Sementara itu Kepala Kesehatan Satgas Covid-19 Kota Batu dr. Susan membenarkan ketika dikonfirmasi oleh wartawan menyebutkan, terdapat pekerja asal Pasuruan yang telah dilakukan rapid test dan hasilnya reaktif. Ia membeberkan pekerja tersebut berinisial M.A dan memiliki keluhan sakit dalam 3 hari terakhir, suhu tubuh yang panas , batuk, nyeri ketika menelan, dan nyeri saat bernafas.

“Pasien sempat kami lakukan screening di Puskesmas Beji, lalu saat ini dirujuk ke Rumah Sakit Hasta Brata,” terangnya.

Ia juga menambahkan timnya juga melakukan screening pada 76 pekerja di lokasi kejadian. Setelah melakukan screening secara menyeluruh, Susan menghimbau pekerja untuk mengisolasi mandiri selama 14 hari.

“Sempat ada salah satu pekerja yang terdeteksi memiliki suhu 38,3 derajat namun tidak memiliki gejala apapun dan tetap dalam pantauan kami,” ujarnya. (tim)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *