Warga Tulungrejo Kompak Mengaduk Jenang Demi Uri Uri Budaya Jawa

  • Whatsapp
Warga Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, saat mengaduk jenang.

Kota Batu, inspirator.co.id – Kearifan lokal kembali diunggah oleh Kepala Desa Tulungrejo, Suliono yang bertepatan dengan moment rangkaian selamatan desa dan memperingati Hari Kemerdekaan ke 76 RI. Kegiatan Ngudek Jenang ( membuat Kue) yang merupakan makanan tradisional yang memiliki filosofis maupun mitos tersendiri diyakini sebagai bentuk keguyupan warga.

Disampaikan Suliono, pembuatan Jenang dengan proses diaduk di kuali besar berdiameter kurang lebih 1 meter, juga memiliki makna dan simbol ungkapan rasa syukur kepada Tuhan, selain menjadi makanan khas yang digemari oleh penduduk Jawa. Ia menyebut, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk uri – uri budaya jawa, dan diharapkan bisa menjadi wadah silaturohmi.

Muat Lebih

“kegiatan ini merupakan salah satu wujud syukur serta rangkaian selamatan desa dan memperingati Hari Kemerdekaan ke 76 RI. Paling penting yaitu bisa memupuk rasa kebersamaan warga. Makanya kami mengambil tema seduluran selawase yang memiliki arti menjadi saudara selamanya,” ungkap Suliono, Senin (23/8/2021).

Kepala Desa Tulungrejo menjabarkan, selain sebagai rasa ungkap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, jenang juga dijadikan simbol doa, persatuan, harapan, dan semangat masyarakat seperti yang dilakukan puluhan warga saat ini yakni, warga RT 1 RW 2, Dusun Gondang, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji.

“Sebelumnya, Desa Tulungrejo sudah melakukan kegiatan serupa tingkat pemdes dan sekarang dilaksanakan ditingkat RW secara bergiliran. Nanti bila jenang sudah selesai akan dibagikan secara merata kepada warga RT 1 yang berjumlah 45 Kepala Keluarga (KK),” tandasnya.

sambutan singkat Khamim Thohari dalam kegiatan mengaduk jenang.

Senada, anggota DPRD Kota Batu, Khamim Tohari turut mengapresiasi kegiatan yang dilakukan masyarakat secara swadaya tersebut. Selain untuk memperingati selamatan desa dan kemerdekaan, kuali jenang bisa jadi wadah silaturahmi.

“Meski bertetangga terkadang kita jarang bertemu karena kesibukan masing-masing. Nah kuali ini bisa jadi wadah kita bertegur sapa, bercanda, dan ngobrol bersama. Sehingga bisa memupuk rasa persaudaraan,” terang pria yang akrab disapa Khamim.

Dari kesempatan itu, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Batu itu juga berkeinginan untuk membawa budaya desanya menjadi daya tarik wisata untuk mempromosikan pada dunia luar, sehingga bisa menarik para wisatawan untuk bertandang.

“Sesuai visi misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu yaitu desa berdaya kota berjaya kita akan memaksimalkan untuk menjadikan Desa Tulungrejo menjadi desa wisata mandiri dan mampu memberikan dampak perekonomian bagi masyarakat setempat,” serunya.

Dilokasi sama, ketua pelaksana produksi jenang, Qomarudin menerangkan dari setiap kuali warga mengaduk adonan seberat 25 kilogram. Terdiri dari campuran tepung beras 20 kilogram, tepung ketan 5 kilogram, gula merah 25 kilogram, dan 4 kilogram gula putih.

“Dari komposisi itu kita aduk selama 6 jam sampai menjadi adonan seberat 25 kilogram. Saat mengaduk api harus kecil dan tidak boleh berhenti agar tidak gosong. Makanya, peran serta semua warga dibutuhkan untuk membuat jenang yang memiliki cita rasa nikmat,” pungkasnya. (im)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *